anthony bachtiar's place
(when you find me here you will search no more)

SHORT STORIES

Tandem Photographer

Pernah ada beberapa teman atau mantan murid kelas fotografi datang padaku dan ingin meminjam CV (Curriculum Vitae) milikku. 
Semula aku tidak mengerti untuk apa kegunaan CV tersebut karena biasanya CV bersifat pribadi dan setiap orang pasti mempunyai CV sendiri yang tentunya isi dan pengalaman di dalamnya berbeda beda.
Akhirnya teman temanku mengatakan bahwa mereka sedang mengikuti suatu bidding atau pitching atau istilah bahasa Indonesia yang populer adalah sedang mengikuti suatu tender dalam projek pengadaan "JASA DOKUMENTASI" atau pekerjaan 'JASA PEMBUATAN FOTO" untuk Company Profile, Annual Report dan foto untuk Corporate atau  brosur brosur komersil lainnya. Menurut mereka CV milikku lebih menjual dan meyakinkan klien dibanding memakai CV pribadi mereka, khususnya terhadap klien yang dianggap besar atau klien asing karena kebetulan aku juga banyak menangani pekerjaan fotografi untuk beberapa kedutaan besar negara sahabat.
 
INTEGRITAS PHOTOGRAPHER
Seketika aku merasa  keberatan, kok mau berbisnis fotografi atau menawarkan jasa tapi memakai CV orang lain bukannya CV sendiri.
Aku pun bertanya apakah pada saat bidding dengan memakai CV dan portfolio ku, apabila nanti ternyata projek tersebut goal dan berhasil dimenangkan lalu pada akhirnya ketahuan apakah tidak ada kekhawatiran bahwa akan dianggap:

1. Berlaku tidak jujur dengan memakai CV orang lain atau portfolio orang lain yang bukan miliknya sendiri
2. Bagaimana kalau kualitas yang dihasilkan tidak sama atau tidak sesuai dengan portfolio dan pengalaman yang tertulis dalam CV tersebut
3. Bukankah soal kejujuran berbisnis itu erat kaitannya dengan integritas.   

Mereka menjawab pertanyaanku diatas dengan mengatakan bahwa CV tersebut bukanlah digunakan atas nama mereka sendiri lalu mencari keuntungan pribadi dari situ, akan tetapi mereka tetap mencantumkan namaku sebagai fotografernya dan ia membentuk team fotografer. Jadi ketika mereka melakukan presentasi kepada klien, mereka akan mengatakan bahwa team fotografer untuk pemotretan tersebut ada 2 yaitu nama temanku dan juga namaku. Selanjutnya portfolio dan pengalaman serta CV ku dilengkapi dengan CV dirinya digunakan sebagai pedukung team ini.

Akhirnya aku mengerti bahwa dengan meminjam CV ku maka aku dijadikan partner per projek pemotretan.
Temanku mengatakan bahwa dengan memakai CV ku maka dia berhasil menjual jasa foto dengan harga yang lebih baik ketimbang memakai CV nya sendiri.

Tiba tiba aku teringat sewaktu mengikuti kegiatan terjun payung dulu,  bahwa ada kegiatan terjun payung yang namanya Terjun Tandem. 
Jadi bagi kita yang sudah pernah belajar terjun payung dapat status Jump Master dan diminta membawa  penumpang atau penerjun lain secara bersamaan atau terjun bareng.  Penerjun tandem tersebut pada saat tiba di darat akan dapat sertifikat yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah pernah melakukan kegiatan terjun payung (meski secara tandem).
Jadi penerjun tersebut tidak perlu berlelah lelah latihan fisik selama 3 bulan, tidak perlu berlelah lelah latihan menjatuhkan tubuh dari ketinggian 2 meter dan berguling melindungi kepala, tapi bisa langsung mengikuti kegiatan terjun payung dan dapat sertifikat pernah terjun payung.

Meski makna yang tersirat tidaklah sama, namun secara tersurat memang kegiatan fotografi seperti itu rasanya bagaikan melakukan kegiatan terjun payung tandem. Masing masing merasa diuntungkan dengan kehadiran satu sama lainnya dan sama sama mendapatkan hal yang dicari. Aku menyebutnya sebagai fotografer yang bekerja secara tandem, memberi kesenangan dan manfaat baik buat yang mengajak dan buat yang diajak.

WIN WIN SOLUTION
Akhirnya selain bekerja normal dan menggarap projek ku sendiri, pada beberapa projek fotografi tertentu aku menjadi bagian dari beberapa team fotografer untuk menggarap beberapa projek yang dibawa oleh teman-temanku. Aku yakin dengan suatu kerjasama atau kolaborasi seperti ini maka dapat tercipta pemerataan bagi fotografer yang kebetulan kelebihan order dan tidak tertampung, juga bagi fotografer yang memang waktunya lebih leluasa  atau kebetulan sedang tidak sibuk, jadi cara yang cukup memberi "win win solution". 

Para pemula yang tidak banyak pengalaman namun punya banyak channel atau koneksi, tetap bisa menjual jasa fotografinya kemana saja tanpa ragu akan hasil dan kualitas karena tidak ada salahnya mengajak guru fotografinya atau mengajak temannya seorang fotografer berpengalaman untuk berkolaborasi dalam menggarap projek fotografi. Mungkin dengan kolaborasi seperti itu team ini menjadi kuat untuk meraih peluang memenangkan tender di era persaingan fotografi yang sangat ketat. 

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh oleh fotografer pemula tersebut dengan bekerja secara tandem adalah:
1. Dengan cara ini tetap dapat menggarap projek foto diluar kemampuan fotografinya atau yang belum dikuasainya.
2. Kerjasama ini selain untuk menghasilkan uang juga sekaligus menjadi sekolah baginya buat belajar menghandle projek projek seperti ini.
2. Ia bisa menjual harga jasa fotografi tersebut dengan lebih baik sebagai harga seorang expert bukan harga pemula.
3. Ia tidak perlu disebut fotografer liar atau istilah apapun buat pemula yang tiba tiba menjadi fotografer dadakan karena ada suatu projek fotografi yang harus dikerjakannya
4. Ia mempunyai team fotografer yang tangguh dan berpengalaman 

Sementara bagi fotografer berpengalaman yang diajak kerjasama manfaat yang diperoleh disini adalah:  
1. Ia mempunyai partner marketing
2. Dalam bekerja ia mendapat partner kerja atau asisten yang serius karena ingin belajar dan dapat pengalaman
3. Ia tetap dapat mempertahankan pekerjaannya sebagai fotografer (survive)

BAGAIMANA KERJASAMA INI BERLANGSUNG
Biasanya sebelum melakukan pemotretan aku membahas detil terlebih dahulu dengan art director.
Tone lightingnya mau seperti apa misalnya rembrant light atau flat dengan hollywood style dll.
Sudut pengambilan dari mana, distorsi lensa seberapa besar atau sama sekali tanpa distorsi/ketat. 
Lalu background nya, setelah itu penempatan titik lampu studio, lalu posisi kamera, reflektor disebelah mana, prop apa saja dan akan diletakkan disebelah mana, pada saat seperti ini temanku juga ikut terlibat dan mendengarkan sehingga dia tahu persis apa maunya klien dan bagaimana arti director mengarahkan.  
Pada saat pemotretan itu berlangsung awalnya aku yang turun tangan langsung dan temanku itu menjadi asistenku untuk mengatur posisi lampu studio, atau mengecek data transfer dari kamera langsung ke komputer/laptop. 
Kalau pemotretan sudah berjalan dengan lancar dan klien merasa sudah puas dengan setting dan hasil awalnya, berhubung pekerjaan ini di handle oleh team yang terdiri atas 2 orang fotografer, maka selanjutnya siapapun yang memotret tidak masalah atau pun bergantian. 
Jadi aku punya alasan pada sesi pemotretan yang panjang ini untuk memberi kesempatan kepada temanku untuk menjadi fotografer utama sementara aku beristirahat atau bergantian aku yang jadi asisten.  

BENTUK KERJASAMA SERUPA
Akhir akhir ini ada juga teman yang mengajak kerjasama dalam bentuk:

1. Membagi frame foto dalam suatu project pemotretan.
Contohnya ketika melakukan suatu pemotretan corporate dimana yang di foto adalah board komisaris atau board direktur atau pemilik perusahaan, maka aku yang turun tangan langsung dan temanku hanya membantu jadi asisten saja sekaligus belajar.
Ketika harus memotret para manager atau staff yang tidak terlalu formal dan santai, giliran temanku yang handle dan aku boleh istirahat saja sambil mengawasi atau membantunya dari belakang kalau kalau ia menemui kesulitan atau harus melakukan pencahayaan yang tricky. Selanjutnya temanku yang menyelesaikan hingga selesai bagiannya.
Dengan kerjsama ini maka fee dari pemotretan beberapa frame foto sulit yang kukerjakan sepenuhnya untukku dan fee dari beberapa frame yang dikerjakan temanku juga sepenuhnya untuk temanku.

2. Sub Fotografer.
Dimana order pemotretan sepenuhnya diberikan kepadaku karena temanku yang menerima order sibuk sendiri dengan pekerjaan di kantornya dan tidak bisa turun tapi punya order foto. 
Maka aku yang turun tangan sendiri dan dia hanya bertindak sebagai pemberi referensi atau yang menjamin bahwa fotografer yang dicarikan olehnya terjamin kualitasnya.
Dengan cara ini temanku cukup puas dengan marketing fee yang diterimanya karena dia tidak bekerja apa apa tapi dapat bagian karena menjadi marketing person bagiku,

3. Replacement Fotografer.
Kadangkala dalam suatu pemotretan tertentu ada teman yang tiba tiba berhalangan untuk melakukan pemotretan, entah karena hal mendesak dan penting atau karena halangan lainnya.
Maka temanku meminta aku jadi replacement fotografer untuk menggantikan posisinya untuk memenuhi kontrak atau jadwal yang sudah dibuat dan tidak dapat ditunda serta tidak ada pilihan waktu lain buat temanku. Temanku hanya  memberi tahukan pekerjaannya seperti apa, permintaan klien bagaimana , siapa yang harus ditemui dan dimana serta jam berapa.
Biasanya untuk pekerjaan ini temanku membagi porsi terbesar untukku karena aku yang bekerja, dan dia mendapat bagian selebihnya.

4. Asosiasi Fotografer.
Asosiasi fotografer biasanya dibentuk oleh beberapa orang fotografer yang mempunyai misi yang sama dan bertujuan untuk saling menjaga dan membagi pekerjaan apabila kelebihan job atau mendapat job di saat saat kekurangan. Dengan asosiasi ini, maka kualitas mereka dapat dijaga dengan mengadakan sharing atau sarasehan dan dicari anggota yang mempunyai kelebihan atau pengalaman berbeda beda.
Kadang teman yang berpengalaman minim tapi punya order banyak juga biasanya ikut bergabung untuk membentuk team.
Akhirnya melalui asosiasi, order foto tidak hilang atau dihandle group lain karena bisa di share atau dibagikan diantara mereka.

Pada kesimpulanku, mungkin di era persaingan fotografi yang sangat ketat ini membentuk sindikasi atau asosiasi fotografer akan sangat bermanfaat. Kalaupun tidak secara formal mungkin dengan kerja tandem seperti ini akan membuat fotografer saling membantu. Saya ingin mengatakan, kalau menemui kesulitan mengapa harus dihadapi sendiri, mengapa tidak mengajak rekan atau teman agar beban dapat dibagi dan penghasilan tidak hilang bahkan dinikmati bersama.

Best Regards
Anthony Bachtiar
There's no limit in this life, just wished and be there.



Blog EntryBISNIS FOTOGRAFI DENGAN BIRO IKLANDec 19, '07 3:52 AM
for everyone
PROSPEK BISNIS FOTOGRAFI DENGAN BIRO IKLAN

Apabila anda adalah seorang fotografer yang menjadikan fotografi ini sebagai profesi atau sarana untuk mendapatkan income, maka anda perlu mencari berbagai sumber yang dapat dijadikan lahan untuk mengalirkan income ke kantung anda.
Sumber tersebut dapat berupa:

1 . Perorangan yang membutuhkan jasa fotografi anda (wedding, dokumenasi, reportase, promosi)

2. Perusahaan yang menghubungi anda secara langsung karena butuh jasa anda

3. International atau local media provider yang membutuhkan anda sebagai kontributor foto

4. Percetakan yang bisnisnya menjual kalender

5. Bank Slide atau Bank foto

6. Biro iklan

Pada saat ini saya ingin berbagi pengalaman melalui sumber income yang berasal dari Biro Iklan. Sumber sumber lainnya biasanya saya jadikan mata pelajaran untuk murid murid saya dikelas fotografi dalam pembahasan tentang berbisnis dalam fotografi.

Alasan saya katakan demikian adalah karena:

1. Biro iklan biasanya mempunyai loyalitas tertentu, meski loyalitas tersebut bersifat relative karena ada yang bertahan selama 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun bahkan saya pernah kerjasama dengan biro iklan yang loyal selama 5 tahun dan ada juga yang entah sudah berapa tahun masih berlangsung sampai sekarang..

2. Rate atau harga jual kepada biro iklan relative lebih tinggi, kalau misalnya anda biasanya menjual foto sekitar 500ribu per frame, biro iklan berani membayar anda antara 750ribu hingga 1 juta rupiah per frame atau lebih tergantung tingkat kesulitan dan lokasi pemotretan.

3. Untuk suatu pemotretan tertentu, biasanya membutuhkan tambahan alat atau lensa baru atau accessories baru seperti misalnya lensa macro atau bellow untuk pemotretan macro, chemical tertentu untuk efek efek pada food fotografi atau filter infra red atau juga tambahan lampu studio. Jadi pada saat selesai projek pemotretan tersebut anda tidak dapat uang sama sekali tapi anda punya barang baru yang merupakan investasi untuk kerja pada projek berikutnya.

4. Kalau anda menjadi fotografer biro iklan tertentu kadangkala (tergantung reputasi anda juga) ada beberapa toko peralatan kamera yang bersedia memberikan keleluasaan bagi anda untuk bayar mencicil dan tidak perlu cash bila anda butuh alat baru karena Purchase order biro iklan tersebut bisa dijadikan jaminan bahwa anda memang dapat order tersebut dan mampu membayarnya).

Dari ke 4 faktor diatas, berdasarkan pengalaman pribadi saya, maka
  yang terpenting adalah bagaimana menjaga loyalitas antara biro iklan dengan anda. Saya katakan demikian karena loyalitas yang paling menentukan apakah anda dapat pekerjaan atau tidak. Meski anda mahir dan pandai membuat foto yang bagus bagus tapi kalau biro iklan itu tidak loyal maka biro itu akan memilih fotografer lain yang mungkin sama bagus atau mungkin kurang sedikit dari anda.

 
Loyalitas itu ada yang permanen atau sementara dan ada pula yang karena hal tertentu, contoh contoh kasus:

Loyalitas Permanen

Ada seorang Art director wanita dari Singapura yang menjadi konsultan pada salah biro iklan besar di Jakarta, pertama kali kenal dengan saya langsung memberikan job yang berat dalam arti yang objeknya sulit, peralatan yang dibutuhkan sangat banyak dan membutuhkan kreatifitas serta menguras tenaga dan foto tersebut akan digunakan untuk iklan di Majalah dan Koran terkemuka di Jakarta.

Melalui jalan yang berliku dan mengerahkan seluruh pengalaman, pengetahuan  saya akhirnya projek tersebut selesai. Saya tidak dapat pujian atau kompliment apa apa dari beliau atau ucapan terimakasih. Tapi saya tahunya setiap kali ada projek yang ditanganinya baik itu  projek foto yang besar atau kecil dia selalu menghubungi saya untuk jadi fotografernya. Yang paling menyenangkan adalah ketika beliau pindah kerja ke biro iklan lain beberapa kali, tetap untuk pemotretan beliau selalu menghubungi saya dan menjadi sumber income saya terus sampai kematian memisahkan kami. Ketika sedang liburan akhir tahun beliau pulang kenegaranya naik pesawat dan dalam perjalanan tersebut pesawatnya mengalami kecelakaan jatuh di sungai Musi Palembang.

Demikian pula selanjutnya saya kenal seorang marketing manager kartu kredit pada suatu bank besar di
Indonesia, setiap pekerjaan foto produk untuk brosur bulanan selalu diberikan kepada saya. Banyak biro iklan yang bekerja sama dengan kartu kredit tersebut, namun prinsip beliau adalah biro iklan manapun yang menggarap brosurnya forografernya hanya tetap satu. Tiba tiba saya jadi ingat iklan teh botol, makannya apa saja tapi minumnya tetap teh botol. Loyalitas ini bertahan 3 tahun lebih sampai beliau pindah jabatan dan tidak berhubungan lagi dengan promosi. Referensi yang beliau berikan pada penggantinya tidak bertahan lama karena yang bersangkutan punya preferensi sendiri dan punya fotografer pilihannya sendiri.

 

Loyalitas karena hal tertentu.

Loyalitas karena hal tertentu dapat saya berikan contohnya adalah karena yang bersangkutan kebetulan hobi foto juga dan selama ini selalu berkonsultasi dengan saya dan berdiskusi ttg fotografi. Karena kedekatan itulah maka setiap projek dari kantornya pasti jatuh ketangan saya. Ada pula loyalitas itu terjalin karena saya kenal baik dengan keluarganya atau sama sama teman diving, organisasi dan sebagainya.

 SUKA DUKA BERBISNIS DENGAN BIRO IKLAN.

Kalau anda membaca tulisan saya diatas tentunya hati anda akan berbunga bunga bahwa berbisnis dengan biro iklan sepertinya menjadi jaminan kelanggengan usaha dan terjaminnya income seorang fotografer. Betul itu saya akui dan saya banyak menerima penghasilan dari biro iklan hingga saat ini. Namun berbisnis dengan biro iklan juga mempunyai perjuangan dan kesulitan tersendiri yang harus anda hadapi antara lain:

1. Biro iklan biasanya menerapkan system pembayaran secara tetap, ada yang pembayaran hanya akan keluar per 3 minggu hasil diterima, atau ada yang 4 minggu bahkan pada biro iklan yang besar biasanya pembayaran dapat cair antara 3 hingga 4 bulan setelah pemotretan selesai. Artinya anda harus punya cadangan dana atau punya pelanggan lain yang cash flownya cepat dan cash on delivery.

2. Ada pula biro iklan yang menerapkan system pembayaran setelah klien membayar projeknya. Ada Klien yang membayar setelah 3 bulan atau  4 bulan bahkan saya pernah baru dibayar setelah 6 bulan. Kalau pekerjaan kita rutin setiap bulan maka hal ini tidak menjadi masalah karena setiap bulannya pasti keluar pembayaran 3 bulan yang lalu. Tapi kalau pekerjaannya hanya sekali sekali maka anda harus sabar menanti hingga cairnya pembayaran untuk anda.

3. Ada pula biro iklan yang lari atau ngemplang atau tidak mau bayar meski saya tahu dari orang dalam bahwa projek tersebut sudah dibayar oleh klien. Alhasil ada biro iklan yang dari tagihan 10juta rupiah setelah 1 tahun ditagih akhirnya hanya bisa membayar 1,5 juta rupiah saja. Ada biro iklan kecil yang berhutang 8juta rupiah selama ber bulan bulan ditagih akhirnya hanya pasang badan saja karena tidak bisa bayar ketika ditagih. Ada pula biro iklan yang tagihan hanya 4 juta rupiah tiba tiba pindah kantor dan tidak diketahui lagi dimana rimbanya. Kalau dikumpulkan satu persatu ternyata banyak biro iklan kecil dan menengah yang bekerja sama dengan saya akhirnya tidak bayar sama sekali meski foto saya sudah beredar dan dipasang di brosur atau Koran atau majalah. Kembali lagi semua itu tidak dibayar dengan berbagai alasan karena klien tidak bayar, klien merubah design, kesulitan keuangan dsb.

Nah sekarang anda boleh putuskan apakah anda mau menjadikan biro iklan sebagai partner anda atau anda lebih memilih perusahaan langsung dan projek kecil atau besar yang system pembayarannya adalah cash on delivery. Selamat bekerja dan sukses akan selalu ada tinggal kita meraihnya saja.


Mungkin sering di dengung dengungkan oleh trainer motivasional dalam seminarnya bahwa kalau anda ingin jadi kaya atau sukses jangan lama lama jadi pengawai, atau segera beralih jadi pengusaha dan sebagainya.
Tapi persoalannya jadi pengusaha itu ternyata sulit dan butuh keahlian, modal besar dan juga pengalaman.

Benarkah mitos demikian?
Ternyata yang menjadi Mitos pengusaha selama ini adalah salah dan keliru besar, bahwa sekarang setiap orang dapat menjadi pengusaha.

Ada Mitos mengatakan
Untuk menjadi Pengusaha membutuhkan Modal yang besar.
Tapi dalam kenyataannya menjadi Pengusaha itu adalah mencari uang,
bukannya mengeluarkan uang. Mulailah suatu usaha tanpa modal besar misalnya kita bisa menjadi penyalur babby sitter, sekretaris, operator telepon, atau Satpam, atau menjadi Guru Les. Mulailah dari 1 murid. Kalau muridnya berkembang dan perlu tempat kita bisa sewa ruangan yang hanya membayar per 2 Jam per minggu. Kalau muridnya berkembang hingga 200 kita bisa sewa Ruko.
kantor.

Untuk menjadi Pengusaha butuh keahlian tinggi.
Kebanyakan orang menjadi Pengusaha sebenarnya dimulai dari hal yang paling simple, misalnya Secure Parking hanya mencatat mobil masuk dan mobil keluar dikalikan Rp 2,000 per jam (lewat 1 menit bayar 1 jam).

Untuk menjadi Pengusaha harus ulet dan gigih, ternyata tidak harus ulet dan gigih juga bisa.
Contoh seorang Guru Les bahasa Mandarin di Apartemen Taman Anggrek mendidik anak-anak di lingkungan apartemen yang terdiri atas 8 tower disana diperkirakan ada sekitar 2,500 keluarga. Sekarang guru tersebut bisa membeli 2 unit apartemen dengan mencicil dari
uang les murid-muridnya.

Untuk menjadi Pengusaha harus anaknya Pengusaha, karena harus ada yang mengajari.
Itu dulu, sebelum adanya internet dan sms, sekarang asal ada wartel bisa search
di google bagaimana trik dan tip jadi pengusaha, peluang apa saja yang bisa dicari.

Untuk menjadi Pengusaha akan menghadapi resiko besar, bisa bisa income jadi seorang pengusaha lebih rendah daripada gaji bulanan kalau kerja di kantor dan jadi pegawai.

Ternyata menjadi perusahaan yang bekerja dibidang pendidikan untuk menyuplai tenaga kerja atau Outsource untuk tenaga Satpam, mendidik SPG, mendidik Calon Reporter dsb. Awalnya tampak lebih kecil tapi lama kelamaan jauh melampaui angka kecil tersebut.
Misalnya untuk :
Satu murid membayar Rp 200.000 per bulan.
5 murid membayar Rp 1.000.000 per bulan.
20 murid membayar Rp 4.000.000 per bulan.
200 murid membayar Rp 40.000.000 per bulan.

Untuk menjadi Pengusaha harus memiliki kecerdasan tinggi.
Ternyata banyak pengusaha sukses yang pendidikannya rata rata cuma sampai SMP atau SMA dan mereka tidak termasuk golongan manusia dengan kecerdasan tinggi, tapi lebih kepada intuisi dan attitude.

Untuk menjadi Pengusaha membutuhkan keahlian dan pengalaman.
Justru keahlian dan pengalaman itu adalah pintu masuk yang salah.
Menjadi pengusaha jangan bermula dari keahlian, karena
itu bertentangan dengan hukum alam. Mulailah dari melihat kebutuhan masyarakat.

Untuk menjadi Pengusaha itu harus serakah, rakus, dan jahat dan merugikan orang lain.
Apakah semua pengusaha itu perampok, atau Pedagang Shabu-shabu atau lintah darat?.

Untuk jadi pengusaha katanya sama dengan jadi seorang penjudi yang siap mempertaruhkan uang atau dana atau modal kita. Bisa berhasil tapi juga bisa gagal dan bangkrut.
Sebenarnya Pengusaha dan Penjudi itu sangat berbeda. Letak kesamaannya hanya satu yakni sama sama seorang Risk Taker atau orang yang berani ambil resiko. Kalau jadi Penjudi resiko cuma dua menang atau kalah dan resiko itu tetap sama besarnya tidak bisa diminimalis atau tidak bisa dianalisa dan tidak ada hal yang bisa dipelajari dari setiap kekalahan. Sedang jadi pengusaha resiko itu bisa di prediksi, bisa diminimalkan, resiko usaha bisa dianalisa sesuai kebutuhan pasar, ketersediaan supply dsb. Kalaupun gagal atau bangkrut kita bisa memetik pelajaran darisana.

Nah kalau ternyata jadi pengusaha itu tidak sulit, apakah anda siap menjadi seorang pengusaha?





Pada akhir perjalanan karir, kita hanya punya 2 pilihan apakah kita akan PENSIUN KAYA atau PENSIUN MISKIN.

Mungkin buat sebagian besar kita yang saat ini berada pada usia produktif antara 25 hingga 45 tahun, mendengar kata pensiun adalah suatu masa yang masih sangat jauh untuk ditempuh dan bahkan mungkin terpikir saja juga belum.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita tidak pernah terusik untuk tahu bagaimana kelak kalau kita pensiun nanti atau kita tidak perduli dan berkata lihat saja nanti dan tidak perlu memikirkannya sekarang.

 
Suatu perubahan trend di negara negara modern bahwa sejak dini sudah dianjurkan kepada generasi muda untuk memikirkan tentang pensiun mereka. Salah satu hal yang menyadarkan pentingnya memikirkan pensiun adalah ide dari Robert T Kiyosaki seorang pengusaha Real Estate dari Amerika yang menulis buku berjudul  RETIRE YOUNG AND RETIRE RICH.
Mudahnya kita terjemahkan saja sebagai Pensiun selagi masih muda dan Pensiun dengan Kaya Raya.

Ada beberapa ilustrasi dibawah ini yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan kita dan juga bahan perenungan akhir hidup seperti apakah yang akan kita pilih.

Pertama:
Kemarin saya sempat bertemu dengan teman seorang wartawan senior pada suatu Media Cetak. Teman saya sudah bekerja disana selama 18 tahun, dan dalam pembicaannya teman saya mengatakan bahwa sejak pertama bekerja sampai sekarang ia mengikuti Jamsostek atau Jaminan Sosial Tenaga Kerja,sesuai dengan peraturan perusahaan di kantornya. Apabila dalam beberapa tahun lagi ia pensiun maka dari uang jamsostek ditambah bonus kerja selama 18 tahun plus tunjangan kerja lainnya maka ia akan memperoleh uang pension sebesar Rp500juta.
Mungkin buat sebagian besar kita jumlah ini adalah kecil, namun ada juga yang mengganggap ini cukup besar. Memang jumlah besar atau kecil ini sangat relatif  tapi setidaknya untuk hidup pensiun di Indonesia untuk sendiri atau bersama pasangannya, jumlah ini sudah memadai meski tidak hidup dengan cara berlebihan.

Kedua:
Saya pernah membaca sebuah hasil survey pada suatu kurun waktu di Amerika Serikat bahwa dari sekelompok pensiunan mulai dari pegawai pemerintah/swasta, banker, dan semua orang yang bekerja pada orang lain maka 70% dari mereka pensiun miskin dan bangkrut, hanya 30% saja yang pensiun kaya dan berkecukupan. Padahal menurut survey tersebut 70% orang orang tersebut semasa mudanya hidupnya sangat nyaman, terjamin penghasilannya mempunyai jabatan tinggi, CEO dan pekerjaan eksekutif lainnya yang sangat jauh dari kondisi miskin, bangkrut  atau kekurangan.
Tapi di hari tua mereka, ternyata jabatan tinggi maupun penghasilan besar dimasa muda tidak menjamin pensiun yang kaya dimasa tuanya.

Ketiga:
Saya punya seorang kakek dari pihak ibu, semasa mudanya beliau terkenal sangat hemat dan irit, uang hanya keluar untuk keperluan yang wajib seperti makan dan sekolah. Untuk jajan atau membeli sesuatu yang konsumtif maka anaknya Cuma diajarkan untuk berdagang antar teman sekolah atau berusaha sendiri. Dalam pembicaraan keluarga sering di jadikan gunjingan bahwa kakek adalah manusia yang "SANGAT PELIT" saya tidak tahu persis berapa banyak uang yang dimilikinya atau bahkan mungkin uangnya sangat terbatas sehingga memilih cara hidup yang sangat sederhana.

Yang saya tahu sekarang adalah kakek sangat menikmati kehidupan pensiunnya. Hampir sebulan sekali kakek bepergian keliling dunia. Aku hanya tahu setiap bulan ada postcard yang datang dan dikirimkan dari berbagai negeri yang dikunjungi kakek.

Masih banyak contoh contoh akhir kehidupan karir seseorang.
Saya tidak tahu apa pilihan anda kelak tentang pensiun anda tapi mungkin ide dibawah ini dapat dijadikan salah satu alternatif menyiapkan pensiun yang baik, meski tidak kaya tapi setidaknya hidup cukup dan tidak miskin.

ASURANSI

Apakah anda sudah ikut program asuransi entah itu jamsostek atau tabungan asuransi lainnya. Bahkan Jamsostek sekarang tidak saja untuk pegawai kantoran tapi bias juga diikuti oleh perorangan. Banyak perusahaan asuransi yang menjual jaminan di hari tua, Buanglah jauh jauh trauma atau ketakutan dalam masyarakat bahwa ada asuransi yang tidak membayar  uang nasabah.  Kalau perusahaan asuransi ini besar dan sudah bertahan sekian puluh atau ratus tahun mestinya mereka bisa demikian karena komitmennya.

 

3 IN 1. (Tabungan sekaligus asuransi dengan sistim unit link atau investasi)

Selain berasuransi untuk melindungi anda dan keluarga, asuransi juga sekarang dapat digabungkan dengan tabungan dan investasi dengan system unit link. Ini adalah suatu sitem Investasi yang tidak besar tapi pertumbuhannya sangat signifikan dan stabil. Silakan hubungi beberapa bank besar dan disana mereka menjual produk asuransi gabungan dengan tabungan dan investasi seperti ini.

 

MENCICIL RUMAH

Kecuali anda sudah punya rumah sendiri, daripada mencicil mobil yang mewah atau nyaman lebih baik anda mencicil rumah meski kecil dan kendarailah mobil yang sederhana sementara anda mencicil rumah. Kalau anda seorang salesman atau perlu entertaint klien dan berpenampilan dengan mobil bagus, anda tidak perlu membelinya. Cukup menyewa mobil tersebut dan bisa lebih menghemat dibanding dengan biaya perawatan mobil mewah milik sendiri.   

 

USAHA KECIL

Anda bisa mulai melakukan usaha kecil kecilan dari rumah sebagai penghasilan tambahan. Saya yakin bahwa tidak semua perumahaan ada benkel atau tempat reparasi AC atau pendingin udara. Padahal pendingin udara sekarang sudah mutlak dimiliki setiap rumah. Kalau anda membuka usaha ini pelanggan pasti sudah ada dan mereka tidak perlu mencari jauh jauh kalau AC mereka bermasalah. Anda tidak perlu menjadi seorang montir tapi anda bisa merekrut teknisi AC untuk bekerja pada anda dengan system bagi hasil. Kalau sekali servis AC Rp25.000.-, Misalnya dalam sebulan di komplek perumahaan anda ada 20 rumah yang service AC maka anda sudah memperoleh tambahan koto sebesar Rp500ribu perbulan tanpa keluar transport karena lokasi dekat dengan rumah anda.  Anda juga dapat mengumpulkan brosur AC dan menawarkan kepada mereka. Apabila mereka berminat anda tinggal beli AC merek tersebut dan anda mengambil selisih penjualan dan bertindak sebagai agen.

 
Usaha kecil lainnya dari komplek adalah menjadi agen majalah atau Koran, gas elpiji, mineral water dan sebagainya.

Silakan pikirkan sekarang tentang pensiun anda kelak. Pilihan ditangan anda apakah mau PENSIUN MISKIN  atau  PENSIUN KAYA.

Blog EntryBACKPACKER'S WAY DAN ROMANTISME DIDALAMNYA.Sep 29, '07 4:55 PM
for everyone
BEPERGIAN SECARA BACKPACKER ADALAH PILIHAN CARA BEPERGIAN, BUKAN PERTIMBANGAN EKONOMIS SEMATA. BANYAK ROMANTISME PERJALANAN YANG INDAH DAN PENUH KENANGAN YANG TIDAK DAPAT DIPEROLEH PADA PERJALANAN TOUR BIASA.
Jadi kalau semula aku mengira bahwa mereka yang bepergian secara backpacker adalah semata hanya untuk mengirit biaya perjalanan ternyata perkiraanku adalah salah besar, karena dibalik perjalanan yang murah, tidak terlalu diatur ketat dan bebas tersebut tersembunyi kenangan, romatisme perjalanan dan petualangan yang tidak mungkin diperoleh dengan cara bepergian dengan tour biasa yang semua serba teratur dan terjadwal lewat biro perjalanan umum.

BERMULA DARI SEBUAH UNDANGAN
Siang itu aku menerima telepon dari Dita seorang teman lama yang dulu pernah sama sama bekerja di Biro Hukum MHD menelepon dan mengundangku untuk ikut trip dengannya ke Macau selama 5 hari.
Menurut jadwal meeting dengan klienku dan advokasi yang harus kulakukan ternyata masih cukup banyak waktu yang dapat kupakai maka aku langsung setuju lagi pula aku belum pernah mengunjungi Macau dan mereka juga menawarkan suatu trip yang berbeda dari trip biasa yang sering kuikuti selain itu harga trip yang ditawarkan oleh Dita juga sangat murah, sehingga aku tidak yakin apakah dengan biaya murah seperti itu bisa tercover biaya bepergian selama 5 hari termasuk tiket pesawat, lokal tour dan makan selama perjalanan.
Backpacker's way, begitulah menurut Dita yang aku sendiri tidak pernah tahu seperti apa bentuknya dan bagaimana caranya. Yang kudengar seorang backpacker lebih menikmati pemandangan alam dan objek objek wisata dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum ketimbang di antar- jemput pakai Coach Bus.
Meski tidak dapat membayangkan seperti apa perjalanan itu, tapi kupikir tidak ada salahnya kali ini mencoba cara tersebut barangkali dapat memberi pengalaman baru dan kesan tersendiri.

BERTEMU TEMAN TEMAN BARU
Selasa malam itu aku menerima undangan untuk bertemu dengan sesama peserta trip ini dalam suatu technical meeting.
Suatu pengalaman baru karena sebagian peserta adalah mereka yang rata rata berusia muda, energik dan penuh semangat berpetualang. Jauh sekali berbeda dengan trip trip yang selama ini sering ku ikuti sebelumnya dimana para pesertanya kebanyakan mereka yang sudah cukup mapan, berusia banyak dan rata rata hanyalah mengisi waktu pensiun mereka dengan berlibur.
Setidaknya aku merasa punya teman sebaya dalam perjalanan ini. Penampilan para peserta pun cukup unik, banyak mereka yang tampil dengan kostum untuk outdoor dengan celana model cargo, membawa ransel day pack dipundaknya dan berbicara secara langsung blak blakan tanpa memikirkan apakah yang mendengar siap atau tidak. Tapi buatku meski awalnya kurang nyaman tapi akhirnya bisa menerima cara cara ini sungguh suatu kontradiksi dengan rekan rekan kerjaku di biro hukum yang lebih banyak berbicara secara diplomatis, berputar putar dan seringkali memakai topeng dan bersembunyi dibalik kata kata. Akupun bertambah teman lagi, ada Maya yang menjadi tour leader group ini, lalu Ricardo yang berbadan gemuk dan besar tapi semangat berpetualangnya tinggi lalu ada Sisca yang mungil, ada Mira yang sangat tomboy dan ada juga Linda seorang teman baru yang mengkritik caraku berpakaian yang katanya terlalu formal untuk pertemuan semacam itu. Suatu kejutan lagi buatku karena selama ini tiada seorang pun di lingkungan kerja atau pergaulanku yang berani mengkritikku, hanya Linda satu satunya yang berani melakukan hal itu.

MEMBAWA RANSEL DAN MEMAKAI SEPATU TRACKING
Sebenarnya lebih mudah bagiku membeli koper cantik atau sepatu kulit yang mengkilap bila dibandingkan harus membeli ransel dan sepatu tracking. Dalam kebingungan itu akhirnya Linda menawarkan bantuannya untuk menunjukkan tempat tempat yang menjual perlengkapan tersebut. Sehingga akhirnya aku berkenalanlah dengan yang namanya ransel bermerek Karrimor atau Rucksack atau sandal dan sepatu gunung bermerek Ecco atau Mountain Wolf dan sebagainya.
Semua perlengkapan baru itulah yang kupakai dalam perjalanan ke Macau, aku yang biasanya disebut sebagai eksekutif di kantor kini jadi seorang outdoor person dengan penampilan yang baru.
Hampir sebagian peserta juga berpenampilan seperti diriku hanya bedanya mereka petualang outdoor sejati dan aku hanyalah seorang outdoor dadakan.
Perjalanan dini hari yang dimulai dari Jakarta hingga tiba di Macau berjalan lancar lalu disambung dengan Jetfoil menyeberang ke Hongkong, sepanjang jalan kusaksikan wajah antusias dan penuh semangat dan hal yang menarik perhatianku adalah setiap kali ada tempat yang tampak bagus sedikit langsung saja beberapa dari peserta langsung berfoto disana seakan tidak mau kehilangan kesempatan dan uniknya hampir semua peserta adalah camera face alias tidak boleh melihat ada orang berfoto langsung semua bergabung ikut dengan gaya masing masing. Maya sebagai tour leader berbisik kepadaku sambil minta maaf kalau semua teman temannya termasuk dirinya adalah para foto narcissist yang senang sekali kalau difoto.

Perjalanan model Backpacker yang semula kukira adalah hanya sebuah perjalanan ala kaki lima karena mengejar murah, setelah kualami sendiri ternyata adalah perjalanan yang banyak memberi makna persahabatan, persaudaraan dan kekompakan serta yang paling kurasakan adalah toleransi. Mereka mempunyai toleransi yang sangat tinggi dalam segala kondisi khususnya di saat saat mengalami kesulitan atau hambatan dalam perjalanan. Manusia dalam keadaan tertentu akan tampak aslinya, tabiatnya dan karakternya, dalam perjalanan ini meski tampak aslinya seorang pemarah atau temperamental tetapi karena toleransi yang tinggi setiap permasalahan dan perselisihan akan dengan mudah diselesaikan dengan cepat dan dengan cara yang simpatik.
Mereka saling menjaga satu sama lain, demikian pula aku mendapat perhatian yang sangat baik dari Maya dan khususnya dari Linda yang selalu mendampingiku dan membuka mataku makna perjalanan ala backpacker dan menjadi seorang backpacker adalah selain mereka membawa BACKPACK mereka juga WATCH EACH OTHER BACK (saling melindungi satu sama lain).

MERASAKAN DAN MENJADI BAGIAN DARI MEREKA
Dulu ketika aku bepergian sebagai turis dengan biro perjalanan resmi yang serba teratur, sering kulihat banyak turis turis yang berjalan membawa ransel besar dipunggung tampak gagah dan bersemangat. Aku cuma berbisik dengan nada sinis kepada teman sesama peserta tour. Apakah mereka kurang pekerjaan mau berlelah lelah membawa ransel besar, sesekali membaca peta dan bertanya tanya kiri kanan dengan bahasa yang kadangkala orang yang ditanya juga tidak mengerti apa yang ditanya sehingga keduanya tampak bingung karena perbedaan bahasa.

Siang itu setibanya kami di Hongkong, kami tidak dijemput oleh tour bus tapi harus berjalan membawa ransel atau trolley bag kami masing masing mulai dari pelabuhan ferry hingga menuju stasiun MTR. Tidak ada yang melayani kami tapi masing masing membawa barang sendiri, memegang tiket MTR sendiri sendiri dan setelah itu mencari cari kereta yang menuju penginapan kami.
Maya sebagai tour leader salah mendapat informasi tentang penginapan kami, yang seharusnya keluar di pintu D2 stasiun Mongkok ternyata Maya memilih pintu C4 dan membuat kami harus mencari cari dan berjalan sejauh 200 meter untuk mencapai penginapan. Aku dan Dita agak kecewa kepada Maya sebagai tour leader sampai bisa membuat kesalahan sehingga kami harus berjalan ekstra sejauh 200 meter membawa bawa ransel dan trolley berjalan dengan bingung bagai seorang turis yang sedang tersesat dan kehilangan arah.
Linda yang selalu memperhatikan aku berbisik bahwa dalam perjalanan seperti ini segala hal diluar rencana itu bisa saja terjadi, kadang melelahkan atau kadang membuat tidak nyaman. Rata rata mereka mempunyai toleransi yang tinggi sehingga tiada seorangpun dari mereka yang komplain karena mereka mengerti bahwa semua hal itu bukanlah disengaja.
Mereka mengganggap setiap peristiwa yang terjadi baik menyenangkan atau mengesalkan adalah suatu pengalaman baru dan suatu petualangan yang mungkin tidak akan pernah terjadi pada perjalanan tour normal, tapi apakah hidup akan indah kalau dalam semua hal berjalan serba teratur dan mulus tanpa pernah mengalami hambatan atau kesultan .
Aku mulai merasakan dan melihat betapa indahnya kalau hidup itu ada perjuangan dan tiap kesulitan dapat diatasi dengan kebersamaan bukan dengan mencari kesalahan orang lain atau menyelesaikannya dengan komplain dan kemarahan.

MENGENAL KEHIDUPAN SUATU KOMUNITAS
Selama perjalanan meskipun Maya sebagai tour leader memperhatikan aku, namun dia juga sangat sibuk memperhatikan peserta lainnya.
Hanya Linda lah yang sering menjadi pendampingku karena dia tahu kalau aku adalah pendatang baru di komunitas itu dan pertama kali menjadi seorang backpacker.
Dari Linda dan teman temannya aku banyak belajar untuk bertoleransi, melihat suatu masalah bukan sebagai rintangan tapi sebagai ujian dan cobaan. Kalau Maya sebagai tour leader membuat kesalahan ternyata para anggotanya tidak menyalahkan bahkan mereka berusaha bagaimana mengantisipasi dan mencari solusi atas kesalahan tersebut.
Hari demi hari aku jadi terbiasa untuk menjalani cara hidup backpacker ini yang ternyata sunguh menarik dan tidak membosankan.
Aku tidak pernah membayangkan bisa mengikuti tour seperti ini dan terlibat didalamnya.

HAL HAL UNIK DALAM PERJALANAN
Pada hari ke 2 kami semua dijemput bus dan dilanjutkan dengan perjalanan memakai kereta listrik menuju Shenzhen. China.
Disini aku mengalami suatu pengalaman baru yang unik, karena ketika memasuki daratan China passport para peserta hanya di periksa saja dan tidak diberi cap peserta demi peserta.
Tapi cap tersebut diberikan pada semacam daftar peserta group yang terdiri atas nama nama kami semua dan untuk masukpun harus sesuai dengan nomor urut yang tertera disana.
Dengan demikian kami tidak bisa keluar masuk China sendirian tapi harus selalu dalam bentuk group, apabila satu peserta dalam daftar tidak ada maka kami semua tidak bisa masuk ke atau keluar dari China.

SEORANG TEMAN PERJALANAN
Hari hari pun berlalu mulai dari perjalanan ke Shenzhen hingga ke Guangzhou dan kembali lagi ke Macau, banyak hal baru yang kulihat dan kurasakan selama ini. Selama perjalanan aku lebih sering menghabiskan waktu dan berbagi cerita dengan Linda mulai dari menu makanan mana yang paling enak sampai membahas tour guide lokal yang dianggap menyebalkan oleh sebagian peserta karena tidak tahu apakah di kota propinsi sebesar Guangzhou tersedia Money Changer atau tidak serta dimana mesin ATM terdekat dengan objek wisata yang kami kunjungi.

Sekian lamanya kami bersama dalam perjalanan ini meski dengan peserta lain aku juga cukup akrab tapi aku lebih merasakan adanya sesuatu kedekatan yang terjadi antara aku dan Linda.
Aku tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi diantara kami atau kah itu hanya perasaanku saja, namun kutahu pasti bahwa ada jalinan benang benang asmara yang halus antara aku dengannya.
Setiap tempat yang kami kunjungi dan setiap objek wisata yang kami lihat pun tampaknya menjadi tempat bagi kami untuk berbagi canda dan tawa serta keceriaan.
Tiada waktu yang terasa hilang atau terbuang percuma karena kehadirannya.

TENTANG KITA
Perjalanan pun hampir berakhir, ketika kami mulai membereskan pakaian dan barang barang belanjaan kami di Macau mulai dari dendeng manis buatan Macau hingga makanan yang terbuat dari kacang dan buah buahan kering. Kalau selama perjalanan serasa waktu berhenti dan begitu panjang, namun di saat saat seperti ini rasanya waktu berlari begitu cepat dan singkat sehingga tanpa kami sadari kami sudah duduk dalam pesawat untuk kembali pulang ke Jakarta.
Akupun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Linda, "how about us" apakah saat di Jakarta nanti kita akan tetap berbagi tawa, canda dan suka duka seperti dalam perjalanan ini atau mungkin ini harus berakhir saat kita mendarat di Jakarta.
Linda terdiam sesaat dan akhirnya dia menjawab bahwa apa yang terjadi diantara kita tidak akan berlanjut bila tiba di Jakarta, meskipun semua terasa indah bagi kita berdua namun ini harus berakhir. Linda mengakui bahwa sejujurnya dia juga menikmati kesenangan, kegembiraan selama berjalan bersamaku, bahwa kalau memang mungkin dia juga pastilah akan memilih aku. Namun semua ini baginya menjadi "complicated" karena dia harus kembali ke dunianya dan aku juga harus kembali ke duniaku semula. Aku sudah punya seorang kekasih di Jakarta lanjutnya sambil mengeluarkan sebuah foto dari tas nya, disana tampak seorang pemuda berperawakan tinggi dan besar sedang tersenyum dengan gagahnya memakai "outdoor outfit" seperti celana cargo, bandana merah di kepalanya dan juga jam tangan waterproof yang besar.
Aku hanya dapat tersenyum, meski senyumku terasa sangat pahit dan kuucapkan terimakasih karena telah membawaku dengan indah dan manis kedalam suatu komunitas yang tampak dari luar bagaikan urakan, bebas dan tidak beraturan tapi didalamnya mereka adalah orang orang yang teguh, penuh percaya diri, bertoleransi tinggi dan saling menjaga satu dengan lainnya.
Aku pun bangga karena pernah merasakan jadi bagian dari mereka dan mengetahui bagaimana rasanya bepergian dengan hati dan perasaan.

Dan disaat sebelum berpisah aku hanya melantunkan sebuah lagu untuk Linda karya Jason Wade tentang suatu perjalanan dan petualangan berjudul "YOU BELONG TO ME" (http://loneknight.multiply.com/music/item/21 )

You Belong To Me

See the pyramids along the Nile
Watch the sunrise from the tropic isle
Just remember darling all the while
You belong to me

See the market place in old Algiers
Send me photographs and souvenirs
Just remember when a dream appears
You belong to me

And I'll be so alone without you
Maybe you'll be lonesome, too

Fly the ocean in a silver plane
See the jungle when it's wet with rain
Just remember 'til you're home again
You belong to me

And I'll be so alone without you
Maybe you'll be lonesome, too

Fly the ocean in a silver plane
See the jungle when it's wet with rain
Just remember 'til you're home again
You belong to me


Blog EntryMENYELAMATKAN HIDUP ORANG LAINSep 29, '07 4:05 AM
for everyone
CARA SEDERHANA MENYELAMATKAN HIDUP ORANG LAIN

Saya sering membaca atau mendengar betapa banyak orang yang bekerja sosial menuju daerah daerah bencana untuk menolong orang lain entah mereka menjadi tenaga paramedis atau tenaga rescue di badan SAR atau palang merah internasional. Kadang kita pun terpikirkan untuk menjadi seorang pahlawan seperti mereka. Namun apa daya keadaan kita tidak memungkinkan, karena kita tidak mungkin meninggalkan pekerjaan kita atau minta cuti dari kantor khusus untuk menuju ke daerah bencana. Selain itu barangkali kita juga tidak punya kemampuan untuk itu.

Namun ada suatu cara mudah untuk menyelamatkan hidup orang lain tanpa harus menjadi salah satu anggota diatas, yaitu dengan cara menyumbangkan darah anda dan menjadi donatur darah.

Kita tidak akan pernah tahu kepada siapa darah kita akan diberikan (kecuali memang anda mendonor atas permintaan seseorang yang anda kenal dan membutuhkan darah anda) selebihnya anda hanya memberikan darah anda untuk menyelamatkan hidup orang lain, tak perduli dia dari suku mana, dari daerah mana, pria atau wanita, anak anak atau dewasa. Yang terpenting adalah anda sudah menolong orang yang dalam istilah bahasa Inggris menolong siapa saja tanpa perlu tahu siapa orang yang anda tolong, maka anda disebut sebagai " The Good Samaritan"

DAPATKAH SAYA JADI SEORANG DONOR DARAH
Anda dapat menjadi seorang donor darah kalau anda:

- Sudah berusia 17 tahun keatas
- Berbadan sehat
- Berat badan yang disyaratkan adalah minimal 45 kg
- Tidak men tatto badan anda atau melakukan tindik/piercing dalam waktu 12 bulan.
- Tidak sedang mengandung/hamil atau menyusui
- Tidak melakukan operasi dental atau gigi dalam waktu 3 hari belakangan
- Tidak bepergian ketempat yang sedang terkena demam malaria dalam waktu setahun.
- Tidak berada di United Kingdom atau Inggris selama 3 bulan atau lebih pada tahun 1980 dan tahun 1986 atau pernah tinggal di Inggris selama 5 tahun sejak tahun 1980 sampai sekarang.

Selain itu seorang calon donor akan diperiksa kalau kalau mempunyai gejala sedang sakit dan tidak memenuhi syarat untuk mendonor antara lain:

- Tanda tanda yang penting seperti, tekanan darah, detak jantung, suhu badan. Seorang yang sedang terkena demam, tekanan darah tinggi, denyut yang sangat cepat atau lambat (kecuali seorang atlit atau olahragawan) dan denyut jantung yang tidak normal.

- Test darah, sedikit contoh darah calon donor akan diambil dari jari dan di test untuk mengetahui jumlah sel darah merahnya atau jumlah hemoglobin dalam darah. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa di donor tidak mengalami anemia atau akan mengalami anemia atau kekurangan Zat besi pada saat setelah mendonorkan darahnya. Seseorang dengan tingkat hemoglobin yang sangat rendah tidak diizinkan untuk melakukan donor darah.

Selain itu anda juga diminta mengisi formulir yang menyatakan bahwa anda:

Tidak mempunyai gangguan penyakit hati atau paru paru atau penyakit pada darah, kondisi medis lainnya adalah ibu yang sedang mengandung atau 6 bulan setelah melahrikan belum boleh mendonorkan darahnya. Jangan lakukan donor darah apabila anda mempunyai gejala:

AIDS: anda adalah seorang dengan gejala atau menurut test laboratorium anda mengidap infeksi HIV
CANCER: Hematological seperti Hodgkin, Leukemia (kangker darah putih), Lymphomas (kangker pada lymph nodes)
HEPATITIS: Punya riwayat pernah terkena hepatitis setelah usia 11 tahun atau menurut pemeriksaan lab positif terkena hepatitis karena virus.
ORGAN FAILURE: Gagal ginjal, penyakit paru paru atau gangguan pada hati
DRUG USER: anda sesekali menyuntik tubuh anda dengan obat yang yang diluar resep dokter.

ADAKAH EFEK SAMPING MENDONOR DARAH
Sejauh ini tidak ditemukan catatan medis secara internasional tentang gejala atau efek samping pada orang yang melakukan donor darah, gejala yang paling mungkin terjadi setelah mendonor adalah sedikit pusing dan mengantuk itu adalah wajar dan biasanya dengan istirahat khususnya tidur yang cukup maka tubuh akan pulih kembali. Jadi mendonor darah adalah kegiatan yang aman, selain peralatan yang digunakan adalah sekali pakai, juga steril dan anda tidak mungkin tertular suatu penyakit karena mendonorkan darah anda.

BERAPA BANYAK DARAH YANG DIBERIKAN
Untuk ukuran tubuh yang sehat biasanya darah bisa didonorkan (sesuai ukuran kantung darah) mulai dari 250 ml, 350ml dan 500ml berdasarkan standar Internasional. Anda tidak perlu khawatir karena kondisi berkurangnya darah tersebut akan pulih dalam waktu 24 jam dengan syarat cukup istirahat dan tidak melakukan aktifitas yang terlalu berat. Waktu donor atau pengambilan darah biasanya sekitar 10 menit atau lebih. Perlu anda ketahui bahwa 1 Kantong darah anda bisa menyelamatkan 1 hingga 3 orang.

PERNAH MENDONOR DAN APAKAH BOLEH TERUS MENERUS/MENGULANG
Apabila anda telah melakukan donor darah maka secara normal tubuh akan kembali siap untuk melakukan donor kembali setelah 56 hari kecuali seorang wanita yang mengalami periode mestruasi membutuhkan waktu yang lebih lama karena kekurangan persediaan Zat besi pada saat terbuangnya sel darah merah. Untuk amannya PMI di Indonesia menerapkan aturan setelah 3 bulan sekali boleh mendonor kembali.

DIMANA BISA MELAKUKAN DONOR DARAH
Donor darah dapat dilakukan di cabang cabang PMI terdekat dan tersebar diseluruh Indonesia, silakan klik link ini untuk melihat alamat terdekat dengan kota atau wilayah anda tinggal :

http://www.palangmerah.org/profil_cabang.asp?stat=ina

Atau bisa juga melalui mobil mobil keliling PMI yang setiap harinya bekerja sama dengan instansi atau kantor atau badan usaha menerima penerimaan darah.

TAHAPAN KEGIATAN MENDONOR DARAH:
Tahap 1: Pendaftaran, apakah anda pernah mendonor atau baru pertama kali.
Tahap 2: Pemeriksaan Golongan darah anda, pemeriksaan Hemoglobin cukup atau tidaknya, tekanan darah.
Tahap 3: Anda diminta duduk dengan santai pada reclining chair atau tempat tidur. Tangan anda akan di sterilkan dan lalu dipasangi jarum pada pembuluh darah, tidak sakit hanya terasa seperti dicubit sekali. Darah anda akan diambil selama kurang lebih 10 menit untuk mengisi 1 kantong darah.
Tahap 4: Anda diundang untuk duduk dan istirahat. Biasanya dihidangkan indomie, susu coklat dan sebutir telur. Kadang ada sponsor yang memberikan kue kue atau makan siang lengkap plus vitamin penambah darah, susu dan berbagai hadiah lain dari sponsor tergantung sponsor ditempat mana anda menyumbangkan darah.

SIAPKAN ANDA MENJADI SANG PENOLONG
Apakah anda sudah siap membantu mereka yang membutuhkan darah? karena semboyan setetes darah anda menyelamatkan nyawa adalah nyata dan sudah terbukti. Hari minggu yang lalu aku dapat kesempatan menjadi donor darah kembali dan menyumbangkan darahku. Empat puluh empat kali terhitung sudah dan kuharapkan pula 44 orang sampai 120 orang sudah tertolong hidupnya karena darahku mengalir dalam tubuh mereka dan mengembalikan hidup mereka. Bahkan sebagai pendonor pun suatu ketika aku pernah juga mengalami kondisi dimana aku juga membutuhkan transfusi darah dari para pendonor darah. Baca artikel: http://loneknight.multiply.com/journal/item/17


Mungkin saat anda diperjalanan tiba tiba anda terima sebuah pesan yang mengharuskan anda membalas suatu email dengan segera.
Atau klien yang minta penawaran harga lewat email sebelum jam tertentu, atau kekasih anda minta anda segera memberi keputusan yang harus dikirim lewat email dan sebagainya.
Tentunya pilihan paling mudah buat anda adalah segera mengunjungi Warnet terdekat atau Cafe Cafe yang menyediakan internet service dan HotSpot berbayar dengan voucher pra bayar.

Meski demikian sering kali anda sulit mencari warnet terdekat kalaupun anda maka harus antri atau pun harus bertanya tanya cafe mana saja yang menyediakan internet service dan HotSpot.
Nah kalau anda punya notebook yang dilengkapi dengan fasilitas WIFI atau anda pemakai blueberry atau Handphone 3G dan PDA serta gadget lainya yang dapat terkoneksi ke internet.
Anda bisa mampir ditempat tempat ini dan bisa koneksi ke internet secara gratis dengan koneksi 802.11b Wi-Fi atau 802.11g Wi-Fi
Silakan pilih tempat mana yang paling mudah dicapai dan terdekat dari lokasi anda berada.
Have a nice surfing and free services.

1. K STUDIO Photography. Jalan Mendut No. 2 Menteng Jakarta Pusat. Selain free Hot Spot juga free internet kalau anda tidak membawa Laptop, cukup dengan bertransaksi beli Pulsa telpon atau minuman dingin, laundry atau berfoto disana.

2. Fashion Cafe
Jl. Jend Sudirman Kav 1Wisma BNI 46 Jakarta 10220

3. Food Court Restaurant
Jl. Jend Sudirman Kav 1Wisma BNI 46 Jakarta 10220

4. Java Bay Cafe
Jl. Jend Sudirman Kav 1 Wisma BNI 46 Jakarta 10220

5. Mall - Plaza Senayan
Jl. Asia Afrika 8 Plaza Senayan Jakarta 10270

6. Marche Moven Pick Restaurant
Jl. HR Rasuna Said Kav X-0, Graha Surya Internusa Lt Dasar Jakarta 12950

7. Grand Melia Hotel
Jl. H. R. Rasuna Said Kav X-0, Hotel Grand Melia Jakarta 12950

8. Millenia RatuPlaza
Jl Jenderal Sudirman RatuPlaza eMall, 4th floor Jakarta 10220

9. Mall - Telkom Teleshop
Mall Taman Anggrek Jakarta Barat

10. Harris Hotel Tebet Jakarta
Jl. Dr Saharjo 191 Jakarta Selatan

11. Jakarta Convention Center
Jl. Gatot Subroto Senayan Jakarta Selatan

12. Mojo Cafe
Mangga Dua Square Level 3, Next to Surya Cinema Jakarta kota

13. Cyber Cafe
Orion Dusit Lantai Dasar. Jakarta Kota

14. Office - Istana Negara
Pers Room 1 President Office Jakarta Pusat

15. Office - Telkom
Jl. Gatot Subroto Graha Citra Caraka Jakarta Pusat

16. Dunkin Donat Pusat
Jl. Hayam Wuruk dekat dengan Wisma Hayam Wuruk Jakarta Kota

17. Plaza Semanggi. Lantai 1 dan lantai 2 dan Food court area
Jl. Jendral Sudirman Jakarta Selatan

18. Oma Sendok di jalan Empu Sendok No. 45, Senopati keb baru Jakarta Selatan.

19. Bakoel koffie, Bellaggio, Mega Kuningan.

20. BizNet Cafe, Mega Kuningan

21. Delights cafe, Jalan Kemang Raya, Kemang Jakarta Selatan.

22. Cafe Aksara Bookstore, Kemang, Jakarta Selatan.

23. Restoran Hotel Grand Flora, Kemang, Jakarta Selatan.

24. Cafe Lokananta, Panglima Polim Selatan, Jakarta Selatan.

25. BAKWAN ECETERA Jl. Benda No. 89, Kemang - Jakarta Selatan,

26. Mal Pondok Indah II, mulai lantai paling bawah hingga ke lantai atas (foodcourt) khusus hari kerja.

27. Depok Town Square (Foodcourt)

28. ZOE Cafe, Depok

29. Halte 2 Busway Landmark Jl. Jend Sudirman.

30. Cafe Batavia, Old City areas Jakarta.

31. Mc Donald Kemang, jalan Kemang Raya.

32. Cafe Tamani Kemang.

33. Pizza Marciano, Kemang.

34. DLight cafe, kemang area.

35. Bakmi Keriting Permata.
Gedung Wisma BNI  46 Jalan jendral Sudirman Kav 1. Jakarta 10220

36. kampus atmajaya jakarta.

37. Food Court Senayan City lantai 5


(Picture grabbed from internet)



Blog EntryCANON EOS 5D HADIAH ULANG TAHUN KUJun 17, '07 1:59 PM
for everyone
(Please find an English Version bellow)
HANYA DENGAN SEBUAH PINTA.
Aku masih ingat setahun yang lalu saat aku berulang tahun.
Aku sangat menginginkan sebuah hadiah berupa laptop atau notebook mungil berwarna putih dan cantik merek Apple Macintosh.
Tapi kupikir siapakah yang akan berbaik hati memberikan hadiah seperti itu kepadaku, padahal aku sangat ingin sekali mendapatkan hadiah tersebut.
Maka aku cuma "Make a Wish" dan kuminta hadiah itu dalam doaku.
Rupanya pintaku terjawab dan pada suatu acara yang kuhadiri aku mendapat doorprize berupa sebuah Notebook impianku tersebut.

Tak terasa setahun pun telah berlalu dan aku mengulang kembali proses bertambahnya usia.
Sama halnya seperti tahun yang lalu, kali ini aku menginginkan punya sebuah Camera Digital SLR merek Canon EOS 5D sebagai hadiah ulang tahunku.
Kembali aku bertanya adakah diantara teman teman yang akan memberikan hadiah tersebut kepadaku? maaf kan daku kalau aku agak ragu misalnya tiba tiba ada teman atau siapapun yang kukenal memberiku hadiah itu.
Seperti tahun tahun yang lalu di saat ulang tahunku tiba aku hanya "Make a Wish" dan kuminta hadiah itu dalam doaku kepada Yang Kuasa.
Dan pintaku terjawab juga, aku mendapat beberapa pekerjaan foto yang hasilnya dapat dipakai untuk membeli sebuah Camera Digital SLR Canon EOS 5D.
Selain itu penjualnya juga memberikan kemudahan kepadaku dengan cara boleh membayar 3 kali tunai tanpa jaminan apa apa hanya lewat kepercayaan saja.
Kini EOS 5D telah ditanganku dan jadi hadiah ulang tahunku.

Tiba tiba aku ingat ada seorang guru yang sangat bijaksana mengatakan:
Mintalah maka akan diberikan kepadamu
Carilah maka kamu akan mendapat
Ketuklah maka pintu akan dibukakan
Karena setiap orang yang meminta akan menerima dan setiap orang yang mencari akan mendapat dan setiap orang yang mengetuk pintu akan dibukakan.

Aku meyakini itu maka akupun meminta.



------------------
JUST MAKE A WISH

I still remember one year ago on my birthday.
I wish I could have a small, white color and pretty notebook or laptop from Apple Macintosh.
But who will be nice enough to give me this such present even I want that very badly.
Then I make a wish and ask this thing in my pray.
What a lucky person I' am, my wish comes true and in one event I attended I got that present as a door-prize.

One year has passed and now I celebrate my birthday again.
As last year, this time I really want to have a Digital Camera SLR EOS 5D from Canon Camera as my birthday present.
I wonder to know if one of my friends would like to give me that present, I doubt, so sorry if suddenly somebody comes and gives that present for me.
As the previous years on my birthday I always make a wish and I ask that on my pray to the Lord.
And my pray answered, I get some photo jobs and from them I can buy that Digital Camera SLR EOS 5D.
My lucky the shop gives me a chance to pay that camera in 3 cash settlements without guarantee only by trust.
Now this EOS 5D in my hand and my birthday present.

I suddenly remember about the very wise teacher whom said:
Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you. For everyone who asks receives; he who seeks finds; and to him who knocks, the door will be opened.

I believe in those words and that's why I asked.


MUNGKIN DI SUATU SAAT NANTI KAU AKAN MELIHATKU LAGI SEDANG MEMANDU TURIS BERLIBUR, TAPI KAU TAHU PASTI BAHWA TIDAK AKAN PERNAH ADA SEORANG TURIS LAIN PUN YANG DAPAT MENGGANTIKAN DIRIMU DALAM HATIKU.

BEGINILAH CERITA ITU BERMULA.
Sejujurnya aku tidak terlalu kenal dengan gadis yang satu ini, aku hanya tahu namanya lewat daftar peserta tour yang kuterima dari ibu Lina senior manager di kantor ku yang mengurusi perjalanan wisata international. Selama ini juga aku tidak pernah membiarkan suatu hubungan emosi terjadi dengan peserta tour, maka untuk apa aku perlu tahu siapa gerangan gadis ini.
Tugas yang kuterima saat itu adalah membawa rombongan tour ini ke Vietnam, mengujungi Hanoi, Ha Long Bay dan pulau Cat Ba.
Bahkan dalam beberapa kali technical meeting dengan para peserta tour aku juga tidak memperhatikan kehadirannya. Aku baru melihatnya langsung dan berbicara dengannya pada saat ia bertanya tentang persiapan tour ini. Mungkin diantara peserta tour hanya dialah yang tidak banyak bertanya kepadaku bila dibanding dengan peserta lainnya.

PERJALANAN KE VIETNAM.
Penerbangan dengan AirAsia yang kami tempuh ke Hanoi berjalan lancar demikian pula pada saat berhenti dan bertukar pesawat di LCCT Kuala Lumpur. Meski kami harus menunggu selama 3 jam sebelum penerbangan lanjutan ke Hanoi, aku merasa lega karena semua hal berjalan lancar dengan urusan imigrasi, bagasi, transport dan transfer hingga akhirnya kami benar benar tiba di Hanoi, ibukota Vietnam Utara. Kami menginap semalam disana dan keesokan harinya setelah sarapan kami lanjutkan perjalanan naik bus hingga ke Dermaga kota Ha Long untuk berpindah menaiki perahu tradisional Vietnam yang dinamakan "Junk". Sebuah perahu tradisional dari kayu dengan ruang makan yang besar dan 9 buah kabin untuk menampung 18 orang serta sebuah sun-deck untuk berjemur matahari. Pada waktu menjelang makan siang tiba perlahan Junk kami mulai meninggalkan daratan dan lautan yang tenang, hijau terhampar serta indah itu mengiringi perjalanan kami menuju Ha Long Bay suatu teluk yang menjadi Tempat Warisan Dunia menurut versi UNESCO.

Sebagai tour leader aku bertugas memandu mereka dengan upaya sebaik baiknya, selain berkeliling mengunjungi tempat wisata, juga berusaha membantu kenyamanan setiap peserta mulai dari pengurusan pembagian kamar tidur hingga urusan yang lebih mendetail.
Senja itu di saat semua pekerjaan melelahkan itu selesai, aku ingin melepaskan lelah di sun-deck kapal, maka kuraih sekaleng beer traditional buatan vietnam dan sepotong roti kering, lalu duduk sendiri dan beristirahat disana sambil menyaksikan matahari yang kian terpejam dan lapat lapat terdengar lagu tradisional Vietnam dari radio 2 band milik sang kapten kapal.
Anita, peserta yang jarang berbicara kepadaku itu tiba tiba naik ke sun-deck lalu menghampiriku dan menawarkan diri untuk menemani aku ngobrol, sementara teman temannya peserta tour lain sedang sibuk dengan kegiatan masing masing, ada yang bermain kartu atau belajar membuat foto dimalam hari, ada yang masih asyik mengobrol bahkan ada pula yang sudah tertidur lelap.
Meski kuanggap dia mengganggu waktu istirahatku namun kusambut kehadiran nya karena dapat menghilangkan suasana sepi dan sendiri di atas sun-deck kapal itu dan udara Vietnam kurasakan semakin dingin dimalam hari khususnya dibulan April ini.

Kekakuan selama ini yang menjadi jarak pemisah antara aku sebagai pemandu tour dan Anita sebagai peserta tiba tiba mulai mencair. Kami pun mengobrol tentang kegiatan kami dan berbagi cerita tentang kesukaan kami masing masing. Ternyata Anita adalah orang yang sangat menyenangkan untuk diajak berbicara tentang berbagai hal secara panjang lebar sehingga dalam waktu singkat itu kami merasa bagai sudah mengenal sejak lama. Anita pun mengatakan bahwa selama ini dia memilih diam dan tidak mau berbicara kepadaku karena mengira aku adalah orang yang terlalu serius dalam bekerja, tanpa ekspresi dan lebih mementingkan pekerjaanku sebagai tour leader daripada sebagai seseorang yang asyik untuk diajak berbicara, mungkin memang demikian karena aku tidak pernah mau mencampurkan urusan emosi kedalam pekerjaan.

Tak kusadari kabut pun turun semakin pekat dan udara semakin terasa dingin maka kuminta ia masuk ke kabin untuk menghangatkan diri dan bergabung dengan peserta tour lainnya.
Segera kuhabiskan beer itu maka aku masuk ke dalam kabinku untuk tidur sambil mengingat ingat pembicaraan yang menyenangkan tadi dengan Anita.
Setelah malam itu berlalu, Anita yang semula jarang berbicara denganku mulai rajin bertanya berbagai hal tentang Ha Long Bay mulai dari legenda turunnya sang naga ke vietnam sampai lokasi pembuatan beberapa film komersil untuk diputar di bioskop. Setiap kali berpapasan atau bertemu denganku di Junk, Anita selalu tersenyum dengan manisnya dan dia hanya memanfaatkan waktu luangku untuk ngobrol berdua agar tidak mengganggu pekerjaanku.


HATIKU TERBAWA KE PUNCAK MENARA
Pada setengah perjalanan menempuh Ha Long Bay dengan perahu Junk tersebut, kami tiba di Tip Top sebuah menara yang dibuat dipuncak tertinggi Ha Long Bay. Aku mengajak para peserta tour untuk naik keatas melihat keindahan Ha Long Bay, namun ketika aku sudah melangkahi 120 anak tangga hingga sampai diujung paling atas, kulihat semua peserta masih sibuk dengan kegiatan foto foto di sekitar pantai. Suatu kejutan buatku melihat Anita seorang diri yang naik keatas mengikuti aku sambil berkata "tunjukkan padaku keindahan Ha Long Bay". Maka aku pun berdiri disana merentangkan kedua belah tanganku dan memperlihatkan seluruh Ha long Bay yang terdiri atas 1968 pulau kepadanya, suatu pemandangan yang indah dan luar biasa.
Saat itu matahari mulai turun dan udara pun secara perlahan mulai menjadi dingin namun sisa sengatan matahari yang akan tenggelam itu masih menyisakan rasa hangat diwajah kami berdua. Kami terdiam dan tiada bersuara menyaksikan matahari yang hendak pergi, untuk memecahkan kesunyian tersebut maka aku yang kebetulan senang bernyanyi mulai bersenandung perlahan menyanyikan sebuah soundtrack dari Film "Aladin" untuk menghiburnya:

"I can show you the world, shining, shimmering, splendid,
tell me princes, now when did you last let your heart decide?
I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride

A whole new world, A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we're only dreaming

Begitu selesai bersenandung, entah mengapa suasana yang begitu indah dan menawan itu sekan akan membuat kami terperangkap, Anita yang semula berdiri jauh didepanku tiba tiba perlahan memundurkan badannya dan ketika berdiri tepat didepanku dia menyandarkan punggungnya di dadaku. Aku sangat terkejut tapi aku tetap berusaha menyembunyikan keterkejutanku itu sambil berusaha menahan punggungnya dengan tanganku. "Biarkanlah aku bersandar padamu" bisiknya. "Anggaplah aku seseorang yang kau sayangi dan berdiri didepanmu". Aku tak tahu harus berbuat apa-apa selain mengikuti permintaannya dan melingkarkan kedua tanganku dipinggangnya lalu merasakan harum semerbak tercium dari rambutnya yang terurai ditiup angin menerpa wajahku. Bagai dua manusia yang sedang berkasihan kami berdua menyaksikan matahari itu perlahan lahan masuk ke dalam peraduannya sampai kusadari bahwa waktu kami di tempat itu telah habis dan kami harus segera kembali ke kapal dan meneruskan perjalanan. Kami tidak banyak berbicara lagi sepanjang sisa perjalanan di malam itu tapi kami tahu sesuatu sedang bergumul dalam hati kami masing masing.

Waktu pun berlalu dengan cepatnya, tak terasa sudah 5 hari dan 4 malam kami jalani. Berbagai peristiwa telah kami alami dan lalui bersama, berbagi keceriaan dan juga kelelahan.
Kini baru kusadari apa yang telah terjadi diantara kami, namun aku tak mengerti apakah yang kami rasakan itu adalah perasaan suka yang sesungguhnya ataukah hanya sementara belaka.

AKHIR TUGASKU
Ada waktu dimana segala sesuatu bermula namun ada pula waktu dimana segala sesuatu itu harus berakhir.
Tugasku membawa rombongan ini ke Vietnam pun akan segera berakhir, mungkin ada kesedihan tersembunyi merudungi kami berdua dengan berakhirnya perjalanan ini, tapi itu adalah suatu hal yang harus terjadi. Kucoba lupakan itu dan aku mulai sibuk kembali dengan tugasku mempersiapkan kepulangan peserta ke tanah air. Akhirnya kami jadi jarang berbicara lagi dan lebih banyak saling berdiam.

Kegalauan kami pun bertambah besar ketika pesawat AirAsia yang membawa kami pulang dari Hanoi ke KualaLumpur sejak pertama kali take off sudah bergetar dan berguncang dengan kerasnya dan ketika mencapai ketinggian tertentu tiba tiba pesawat kami bagai terlempar keatas dan kebawah selama beberapa saat. Anita yang kebetulan memilih tempat duduk disebelahku, menggengam erat tanganku selama penerbangan yang menakutkan itu dan membuatnya merasa lebih lega. Kami semua panik dan takut tapi sebagai tour leader aku harus jadi seorang yang tetap tegar diantara mereka, maka ketika lampu untuk mengencangkan sabuk pengaman dimatikan aku berjalan menghampiri mereka satu persatu sambil menghibur dan memberi senyum mengatakan bahwa segala sesuatu telah berlalu.

Kuperhatikanwajah Anita tidaklah seperti biasanya, wajahnya tampak lebih tegang disertai gurat gurat kesedihan disana. Pada saat kami makan malam terakhir di bandara LCCT, dia sempat bertanya padaku apakah mungkin di suatu saat nanti aku tidak lagi pergi kemana mana membawa turis naik perahu, tapi menambatkan diriku dan hatiku disuatu dermaga terakhir dimana cinta mungkin menungguku disana.
Aku terdiam dan memikirkan pertanyaannya itu, akhirnya aku mengatakan bahwa aku adalah seorang pemandu turis dan itulah pekerjaanku. Kemanapun tugas membawa turis pergi maka akupun akan pergi kesana. Mungkin disuatu saat nanti kau akan melihatku lagi sedang memandu turis berlibur tapi kau tahu pasti bahwa tidak akan pernah ada seorang turis lain pun yang dapat menggantikan dirimu dalam hatiku.

Itulah kata kata terakhir yang kuucapkan disaat perpisahan, mungkin ini bukan jalan yang indah dan hendak kutempuh tapi akhirnya aku memilih berdiri tegak di ujung dermaga membiarkan Anita pergi dan berjalan bersama teman temannya kembali ketempatnya berasal sambil berbisik dari kejauhan "Selamat Jalan Anita mungkin aku bukan yang terbaik untukmu".
Suasana hati yang kami rasakan saat itu hanyalah dapat digambarkan lewat untaian kata kata dari lirik lagunya Witney Houston berjudul "I will Always Love You" dibawah ini.

If I
Should stay
I would be in your way
So I'll go but I know
I think of you every step of the way

And I
Will always Love you, oohh
Will always Love you
You
My darling you

Bittersweet Memories
That is all I'm taking with me
So Good-bye
Please don't cry
We both know I'm not what you
you need

And I
Will always Love you, I
Will always Love you
You, ooh

I hope life treats you kind
And I hope
you have all you've dreamed of
And I wish you joy
and happiness
But above all this
I wish you love

And I
Will always love you
I
will always love you


Blog EntryALASAN MENGAPA SAYA MEMECAT SEKRETARIS SAYAApr 18, '07 12:44 PM
for everyone
Mungkin cerita dibawah ini bisa jadi informasi untuk melihat bagaimana suatu kasus pemecatan itu bisa bermula. Oleh karena itu setiap pegawai setidaknya bisa belajar dari pengalaman ini.
---------------------------
Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan moodku tidak
terlalu baik pada pagi itu. Aku turun untuk sarapan dengan harapan
istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita "Selamat Ulang Tahun
suamiku tersayang" dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun
untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi.
Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat
kalau hari ini aku berulang tahun. Anak-anak datang ke meja makan untuk
sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya
aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku "Selamat
pagi Boss, Selamat Ulang Tahun". Dan akhirnya aku merasa sedikit
terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku. Aku
bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku
dan berkata "Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah
diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi makan
siang, hanya kita berdua". Aku berkata "Wow, itu adalah perkataan yang
luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi".

Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat dimana kami
biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami
memesan 2 botol martini dan sangat menikmati makan siang kami. Dalam
perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, "Anda tahu ini adalah hari
yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan?". Tidak
perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku. Lalu dia mengajak saya untuk
mampir ke apartemennya.

Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, "Boss, jika Anda tidak
keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar
lebih nyaman". Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar
tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang
tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan
kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Aku hanya duduk terpaku disana.

Di sebuah sofa panjang,....... telanjang tanpa sehelai benang.


Blog EntryAKU SERING MENDAPAT DOOR-PRIZEMar 21, '07 12:44 PM
for everyone
DOOR PRIZE HADIAH BAGI YANG BERUNTUNG.
Kalau anda mendapat hadiah door-prize dalam suatu seminar atau acara tertentu, mungkin karena suasana hati anda saat itu sedang bergembira atau anda sedang memikirkan suatu hadiah buat anda atau memang anda sedang beruntung.
Tapi kalau sering dapat door-prize dan jumlahnya melebihi 5 kali baik langsung atau diwakili, mungkin ini yang dinamakan fenomenal.
Kisah ini bermula ketika aku sering pergi bersama ayahku menghadiri suatu seminar atau suatu acara.
Sering sepulang dari acara tersebut kalau ada pembagian door-prize ayahku selalu mendapat door-prize, mulai dari hadiah payung, radio tape hingga tiket pesawat gratis.
Aku berpikir akankan aku juga dapat seperti ayahku yang selalu bisa membawa pulang door-prize setiap kali menghadiri suatu acara?

Tahun berganti tahun aku sudah melupakan hal tersebut.
Namun pada suatu seminar yang kuhadiri tiba tiba aku mendapat hadiah door-prize sebuah payung cantik. Aku jadi teringat lagi, dulu ayahku sering mendapat door-prize bermula dari sebuah payung. Maka aku berpikir mungkin peruntunganku telah tiba.

Pada suatu acara Bazzar international yang diselenggarakan oleh kedutaan besar negara negara sahabat, aku datang kesana dan iseng iseng membeli beberapa helai kupon undian dengan tujuan untuk menyumbang tanpa mengharapkan hadiahnya. Tapi kalau bintang peruntungan telah datang dan bersinar, maka saat pulang dari sana aku mendapat kejutan berupa door-prize karena tiket yang kubeli terpilih menjadi pemenang pertama dengan hadiah sebuah keranjang parcel yang sangat besar berisi padat dengan berbagai macam makanan buah buahan, makan kaleng, keju dan berbagai macam hadiah lainnya.

Tahun berikutnya aku hadir kesana lagi dan membeli beberapa kupon undian, karena tidak dapat mengikuti sampai habis aku pulang duluan.
Suatu kejutan keesokan harinya aku ditelepon yang mengatakan bahwa aku berhasil mendapatkan salah satu hadiah berupa sebotol wine dari Perancis.
Begitulah peruntungan itu mulai datang kepadaku.

Ceritapun berlanjut.
Pada suatu launching product office automation, aku berhalangan hadir maka kuminta seorang staffku mewakili aku kesana, ketika pulang staffku berhasil mendapatkan doorprize sebuah walkman untukku.

Beberapa bulan kemudian Hewlett Pacard mengundang aku untuk menghadiri suatu launching produk barunya.
Karena berhalangan juga maka kuminta bantuan seorang partnerku untuk hadir disana mewakili aku, dan suatu kejutan ketika pulang dia membawa door-prize sebuah Scanner HP terbaru untukku.

Selanjutnya aku menghadiri suatu seminar karena aku jadi salah satu panitia maka aku tidak boleh mengikuti door-prize, lalu aku hampiri seorang teman dan minta tiketnya.
Sambil bercanda aku bilang kalau aku yang pegang tiketnya nanti bisa dapat hadiah door-prize utama sebuah kompor gas dan paket perawatan kecantikan gratis.
Ternyata so surprise nomor tiketnya keluar dan dia mendapat door-prize tersebut. Dia tampak terpesona dan bilang kalau aku ini seorang peramal. Weleh weleh ini cuma kebetulan kok, tadi aku cuma main main saja.

Tahun lalu ketika menghadiri suatu acara ulang tahun ke 10 CBN Internet Provider aku berhasil membawa pulang door-prize berupa sebuah notebook seharga lebih dari USD1,000.
Akankah ini terus terjadi atau berlalu? Memang beberapa kali aku ikut suatu acara dan ternyata ketika ada door-prize hadiah itu bukan untukku tapi orang lain. Kecewakah aku. "TIDAK" jawabku.
Setelah dipikir pikir aku baru tahu bahwa ternyata hadiah itu aku memang tidak terlalu cocok untukku dan juga bukan barang impianku.

Jadi pada akhirnya aku berkesimpulan bahwa kalau aku dapat hadiah artinya aku memang orang yang beruntung, tapi kalau tidak dapat artinya itu bukan hadiah terbaik untukku jadi lebih bermanfaat buat orang lain.

2 Minggu lalu aku bergabung dengan suatu arisan antar teman, aku adalah peserta yang masuk paling akhir dan pada saat penarikan entah mengapa malah namaku yang keluar dan aku jadi orang terakhir yang masuk dan orang pertama yang berhasil dapat uang.
Keberuntungan baru baru ini adalah weekend yang lalu aku ikut jambore club mobil dan disana aku dapat door-prize berbentuk voucher perawatan mobil. Thanks God for making me as a lucky person.


THE DEATH OF A PHOTOGRAPHER (Silakan baca versi Indonesia dibawah)

In one afternoon on my way to the camera shop I met Vicky one of my old fellow photographer.
We used to work together and collaborate in some wedding photography projects mostly for the ministers or for the family of the men in the government sectors.

Both of us surprised to see and meet again after more than 4 years never talk nor seen one another directly.
We talked about the old time and about our photography business and he feels happy to know that I'm still in the business.
He said he doesn't there any longer. I asked him why? and he said he was dead (bankrupt) in photography business.

Too many competitors and too many new comers since the digital era. Now everybody can takes pictures and worry not for taking under or over exposures or even bad exposures.
Bad pictures could be manipulated in photoshop or other digital editing software or tools.
So from now on the real photographer must compete with the photoshop(ers) or digital photo editor who can turns or enhance their standard pictures become something more dramatical.
Taking bad pictures or good would not be a matter anymore. Bad news to some photographers whom can make the great photos but could not work with photoshop.
Some well-known photographers he knows, be in the same situation and facing the same problem, some of them survive and some other change direction and try to earn money from other business.
Then some other collaborates with institutions and photographic company become trainers or marketing partner in promoting their cameras or photo gears.

Then how about myself?
Problems and difficult situations approached me as well, 2 or 3 times in my life but finally I survived and fight back the problems to be back in business. No idea but the jobs always come to me, photography students keep asking me to teach them and other photo jobs from friends still available all the time.
The only reason why I must keep surviving from this situation was I did not want to find another way for living.

Some ways I did to fight above situations were:
1. Learn how to work with digital camera and update with the new photography gears
2. Learn how to work with photoshop.
3. Learn how to create digital albums
4. Maintain good relation with old clients, friends, networks and especially with they whom become my stakeholder
5. Keep promoting myself as a photographer they can count on.

I did those things above to survive and they worked well, but finally I still believe those above only help me to 25% and the rest 75% was luck factor from God.
Thanks God, thanks to all my friends and clients whom keeping me there on their choice of photographer list.

-------------------------------------
(VERSI BERBAHASA INDONESIA)
MATINYA SEORANG PHOTOGRAPHER

Pada suatu sore dalam perjalanan menuju toko kamera, aku bertemu Vicky salah seorang rekan dan sesama photographer.
Kami terbiasa bekerja sama dalam suatu pemotretan upacara pernikahan dan umumnya pernikahan keluarga pejabat atau petinggi negara.

Kami berdua merasa luar biasa dapat bertemu kembali setelah lebih dari 4 tahun tidak saling berhubungan dan bertemu secara tatap mata.
Berbicara tentang masa lalu dan bisnis photografi yang kami geluti dan dia gembira karena aku masih tetap di bisnis fotografi.
Sedang dia sendiri sudah lama tidak disini lagi karena telah mati usahanya dan mengalami kebangkrutan.

Banyaknya saingan dan pendatang baru sejak era digital dimulai.
Sekarang semua orang dapat memotret tanpa khawatir under atau over atau bahkan dengan pencahayaan yang buruk sekalipun.
Foto yang jelek sekarang bisa dimanipulasi pada photoshop atau perangkat lunak pengedit gambar lainnya.
Mulai dari sekarang mereka yang benar benar berprofesi sebagai fotografer harus bersaing dengan mereka yang menguasai photoshop yang dapat merubah gambar biasa menjadi luar biasa dan lebih indah. Membuat foto yang baik atau buruk bukan lagi menjadi masalah. Suatu berita buruk bagi fotografer yang dapat membuat foto foto bagus tapi tidak dapat bekerja di photoshop.

Beberapa fotografer terkenal yang teman ku kenal, juga mengalami situasi yang sama dan menghadapi persoalan yang sama, beberapa dapat bertahan namun beberapa orang akhirnya banting setir dan mencari nafkah dari usaha yang lain. Beberapa bergabung dengan lembaga atau perusahaan dan bekerja sama menjadi pengajar atau pelatih fotografi dan menjadi simbol marketing untuk beberapa kamera dan perlengkapannya.

Lalu bagaimana dengan diriku?
Masalah dan kesulitan juga menghampiriku, mungkin 2 hingga 3 kali aku jatuh bangun dengan usaha fotografiku, tapi akhirnya aku bisa bertahan dan kembali berbisnis. Aku tetap mendapat pekerjaan foto foto komersil, murid murid yang belajar fotografi tetap berdatangan, pekerjaan pekerjaan foto dari teman teman lama ternyata masih tetap selalu ada
Satu satu nya alasan mengapa aku harus bertahan dalam situasi ini adalah karena aku tidak ingin memilih pekerjaan lain untuk mencari penghasilan.

Beberapa upaya yang kulakukan untuk bertahan dalam usaha ini adalah:
1. Belajar lebih dalam tentang fotografi digital dan mengikuti perkembangan peralatan baru fotografi
2. Belajar bagaimana bekerja mengolah foto dengan photoshop
3. Belajar bagaimana membuat album digital
4. Menjaga dan mempertahankan hubungan yang baik dengan klien klien lama, teman teman, jejaring (networking) dan khususnya dengan mereka yang menjadikan aku sebagai stakeholder (orang yang diandalkan) mereka.
5. Tetap mempromosikan diri sebagai fotografer yang dapat diandalkan.

Semua hal diatas kulakukan untuk bertahan dan ternyata upaya tersebut berhasil, namun pada akhirnya aku percaya bahwa semua usaha itu hanyalah membantu sebesar 25% saja, sedangkan selebihnya yang 75% adalah faktor keberuntungan yang berasal dari Tuhan.
Terimakasih Tuhan, terimakasih kepada semua temanku dan juga semua klien yang tetap mencantumkan aku dalam daftar fotografer pilihan mereka.


MENGURANGI KERJA OTAK MANUSIA
Kemudahan dan kemajuan teknologi membuat otak manusia menjadi semakin tumpul akibat kekurangan latihan otak atau Brain Gym.
Penumpulan tersebut biasanya dapat mempercepat suatu kondisi yang dinamakan pikun alias pelupa karena otak mulai berkurang aktifitasnya.
Masih ingatkan dulu ketika anda terbiasa melatih otak anda dengan mengingat beberapa nomor telepon sekaligus, beberapa alamat, beberapa tanggal lahir teman anda, beberapa appointment.
Saya berani mengatakan bahwa pada waktu itu anda sangat hafal beberapa nomor telepon, entah nomor telp rumah, no telp teman dekat, orang tua dan beberapa teman lainnya.
Bahkan nomor telp taxi dan pizza favorite anda termasuk semua data, alamat terekam dengan baik dalam memori otak anda.
Sewaktu waktu anda butuh tinggal ingat ingat sebentar langsung terucap lewat mulut anda, dan sulit sekali lupa kalau anda sudah mempunyai janji, kecuali anda sengaja melakukannya.

Ketika anda mulai berkenalan dengan handphone atau PDA, hampir semua nomor telepon, alamat dan data lainnya termasuk appointment atau janji janji penting otomatis tersimpan di memori card pada telepon atau PDA tersebut bahkan anda tidak perlu mengingatnya satu persatu cukup alarm system pada Handphone atau PDA anda yang mengingatkan dan bekerja seperti halnya sekretaris pribadi anda.
Semua data yang biasanya diolah dan di proses di otak sekarang digantikan oleh memory telepon atau PDA.
Ketika mau menelepon seseorang, tinggal masukkan nama depan orang yang hendak kita telpon, maka Handphone atau PDA anda yang pintar langsung mengeluarkan deretan nama dan anda tinggal pilih lalu tekan tombol "Call" otomatis tersambung tanpa harus mengingat nomor tersebut dan memijat tombol satu persatu.

Ketika anda ketinggalan handphone atau PDA atau tiba tiba kondisi batere drop atau telepon mati total, apakah anda langsung merasa gelisah atau kebingungan setengah mati dan merasa ada suatu kehilangan yang besar? apalagi kalau anda misalnya telah punya janji harus menelepon seseorang pada saat itu. Bisakah anda hidup tanpa Handphone atau PDA anda selama 24 jam atau 48 jam?
Kalau anda merasakan syndrome kehilangan tersebut artinya anda sudah mulai diikat dan dan dikuasai oleh handphone atau PDA anda, saat itu juga anda sudah mulai mengalami proses penumpulan otak anda.
Karena otak anda sudah dikurangi kegiatannya dan daya ingat juga otomatis menurun, semua hal diingat dan dikerjakan oleh kedua alat canggih tersebut.

Bahkan lucunya ada seorang sahabat dekat saya yang dapat dikatakan dalam seminggu menelepon saya 2 atau 3 kali pada suatu ketika menuliskan email atau pengumuman seperti ini:

TEMAN TEMAN KARENA KERUSAKAN PADA HANDPHONE/PDA SAYA,
MAKA SAYA KEHILANGAN PHONE BOOK YANG BERISI NOMOR TELEPON TEMAN TEMAN SEMUA.
OLEH KARENA ITU MOHON BANTUAN TEMAN TEMAN UNTUK SMS NO TELP ANDA DAN NAMA ANDA KE 0812.....dst.
TERIMAKASIH.

Ya karena otak anda terbiasa dimanja maka nomor telp teman dekat saja sudah tidak diingat lagi.
Apakah kita semua semenjak memakai handphone dan PDA berubah seperti itu?

Nah sebelum terlambat dan menjadi cepat pikun karena kapasitas otak manusia yang ternyata hanya dipakai 4% itu saja masih bisa berkurang lagi maka ada contoh latihan yang bisa anda praktekkan dibawah ini:

1. Lihat phone book anda, cari dan baca 5 hingga 10 nomor telepon milik teman dekat, adik, saudara, istri atau suami. Lalu tutup phone book anda dan tuliskan dikertas ke 5 atau 10 nomor tersebut. Sejauh mana anda ingat, sebenarnya dengan cara menulis itu anda mulai melatih otak anda untuk bekerja dan mengingat kembali nomor tersebut.

2. Lihat PDA anda, baca 10 appointment anda selama 2 minggu terakhir, lalu tutup PDA dan tuliskan kembali di kertas semua janji anda dalam 2 minggu tersebut. Kalau cuma sedikit boleh langsung appointment selama 4 minggu.

3. Mungkin anda masih ingat permainan sewaktu kecil. Anda duduk dikursi lalu tangan kiri dan kanan menempel di paha. Pada hitungan ketiga anda gerakan tangan kiri maju mundur diatas paha dan tangan kanan memukul mukul paha naik turun, lalu tiba tiba anda tukar tangan kiri memukul naik turun dan tangan kanan sekarang melakukan gerakan maju mundur. Terus lakukan secara bergantian dan semakin cepat ritmenya. Kalau anda bisa mengikuti gerakan tersebut dengan cepat dan sedikit salah artinya kerja otak anda masih baik tapi kalau sering keliru artinya anda harus lebih sering melatih otak anda.

4. Ini juga permainan anak anak tapi sangat bermanfaat buat otak, namanya "memory game". Ada 5 atau 6 pasang gambar yang sama diaduk, lalu dipasang terbalik sehingga anda tidak bisa melihat gambarnya. Sekarang buka 2 buah kartu sekaligus, kalau berpasangan anda boleh angkat, kalau tidak anda tutup kembali dan ingat gambar apa di posisi tersebut. Lakukan lagi buka 2 kartu cari yang sama kalau belum dapat tutup lagi sambil ingat ingat.

Sebenarnya masih banyak lagi latihan latihan seperti diatas, lebih terstruktur dan lengkap serta detail sehingga anda bisa mengukur dan melakukan test, seberapa jauhkan anda telah menumpulkan otak anda dan seberapa jauhkan otak anda bisa bekerja dan memanfaatkan memori yang disediakan disana. Dengan pelatihan semacam itu selain anda mencegah penumpulan otak anda, pelatihan itu juga dapat meningkatkan kecerdasan anda dan mencegah gejala kepikunan.
Kalau anda berminat, anda bisa mengikuti training atau latihan Brain Gym seperti diatas dengan bimbingan beberapa intruktur dengan latar belakang psikologi, trainer berpengalaman yang pernah mengikuti beberapa pelatihan di luar negeri dan para praktisi pelatihan Brain Gym.
Selamat mencoba.


Blog EntryPEMULUNG DIDEPAN RUMAHOct 29, '06 9:14 PM
for everyone
Sewaktu ada pembongkaran dan renovasi sebuah rumah yang masih terbilang tetangga, kulihat banyak pemulung dengan gerobak dorongnya yang khas berkumpul disana.
Mereka mengambil berbagai barang sisa seperti potongan besi beton, seng bekas dan benda apa saja termasuk yang sudah dibuang ke tempat sampah dan masih dapat dijual sebagai bahan dasar untuk recycling process atau proses daur ulang.

Salah seorang pemulung selalu berdiri menunggu di depan gerbang rumahku, dan ketika aku keluar masuk dia selalu memandangku dengan wajah penuh rasa persahabatan.
Karena aku selalu beranggapan bahwa semua orang pada dasarnya baik maka tidak ada salahnya juga kenal atau berteman dengan seorang pemulung, maka setiap kali bertemu didepan gerbang rumahku kuberi senyum atau saling menggangguk atau sesekali saling melambai tangan tanda persahabatan meski kami juga belum saling mengenal dengan baik satu sama lain.

Kadang ketika aku pulang dari suatu tempat, sebelum turun dari kendaraan ku, tanpa diminta langsung bapak pemulung tersebut membantuku memencet bel rumah sehingga tanpa harus turun dari mobil penjaga rumahku tahu bahwa aku sudah ada di depan gerbang menanti dibukakan pintu pagar. Aku berterima kasih kepadanya meski sebenarya si bapak itu tidak perlu membantuku.

Sejak persahabatan itu terjalin, kotak tempat pembuangan sampah didepan rumahku tampak jadi lebih penuh karena banyak label label minuman kemasan plastik dibuang disana dan juga sisa sisa serpihan dari barang bekas. Rupanya si bapak pemulung sebelum menjual barang bekas dan botol atau kemasan bekas minuman membuang labelnya di tempat sampah di depan rumahku.
Beberapa kali petugas kebersihan DKI pengangkut sampah protes kepada keluargaku karena jumlah sampah yang harus diangkutnya melebihi sampah normal rumah tangga dan untuk meredam protesnya seringkali aku menitipkan uang tip atau tambahan agar mau mengangkut sampah didepan rumahku yang jauh lebih banyak dari biasanya.
Kupikir itu adalah urusan kecil yang tidak perlu dipermasalahkan, toh nantinya kalau bapak pemulung itu selesai dengan urusan bongkar rumah tetangga dia juga akan pergi dan tidak membuang sampah disitu lagi.

Bulan demi bulan berjalan terus seperti halnya persahabatan yang terjadi diantara kami, meski dalam persahatan itu kami tidak saling bercerita atau berpeluk erat atau duduk makan bersama.
Kulihat bapak pemulung itu mulai menumpuk barang bekasnya di depan pagar rumahku kadang banyak, kadang pula sedikit dan beberapa kali ketika siang hari aku pulang kerumah kulihat dengan tenangnya dia seda