anthony bachtiar's place
(when you find me here you will search no more)

Mungkin sering di dengung dengungkan oleh trainer motivasional dalam seminarnya bahwa kalau anda ingin jadi kaya atau sukses jangan lama lama jadi pengawai, atau segera beralih jadi pengusaha dan sebagainya.
Tapi persoalannya jadi pengusaha itu ternyata sulit dan butuh keahlian, modal besar dan juga pengalaman.

Benarkah mitos demikian?
Ternyata yang menjadi Mitos pengusaha selama ini adalah salah dan keliru besar, bahwa sekarang setiap orang dapat menjadi pengusaha.

Ada Mitos mengatakan
Untuk menjadi Pengusaha membutuhkan Modal yang besar.
Tapi dalam kenyataannya menjadi Pengusaha itu adalah mencari uang,
bukannya mengeluarkan uang. Mulailah suatu usaha tanpa modal besar misalnya kita bisa menjadi penyalur babby sitter, sekretaris, operator telepon, atau Satpam, atau menjadi Guru Les. Mulailah dari 1 murid. Kalau muridnya berkembang dan perlu tempat kita bisa sewa ruangan yang hanya membayar per 2 Jam per minggu. Kalau muridnya berkembang hingga 200 kita bisa sewa Ruko.
kantor.

Untuk menjadi Pengusaha butuh keahlian tinggi.
Kebanyakan orang menjadi Pengusaha sebenarnya dimulai dari hal yang paling simple, misalnya Secure Parking hanya mencatat mobil masuk dan mobil keluar dikalikan Rp 2,000 per jam (lewat 1 menit bayar 1 jam).

Untuk menjadi Pengusaha harus ulet dan gigih, ternyata tidak harus ulet dan gigih juga bisa.
Contoh seorang Guru Les bahasa Mandarin di Apartemen Taman Anggrek mendidik anak-anak di lingkungan apartemen yang terdiri atas 8 tower disana diperkirakan ada sekitar 2,500 keluarga. Sekarang guru tersebut bisa membeli 2 unit apartemen dengan mencicil dari
uang les murid-muridnya.

Untuk menjadi Pengusaha harus anaknya Pengusaha, karena harus ada yang mengajari.
Itu dulu, sebelum adanya internet dan sms, sekarang asal ada wartel bisa search
di google bagaimana trik dan tip jadi pengusaha, peluang apa saja yang bisa dicari.

Untuk menjadi Pengusaha akan menghadapi resiko besar, bisa bisa income jadi seorang pengusaha lebih rendah daripada gaji bulanan kalau kerja di kantor dan jadi pegawai.

Ternyata menjadi perusahaan yang bekerja dibidang pendidikan untuk menyuplai tenaga kerja atau Outsource untuk tenaga Satpam, mendidik SPG, mendidik Calon Reporter dsb. Awalnya tampak lebih kecil tapi lama kelamaan jauh melampaui angka kecil tersebut.
Misalnya untuk :
Satu murid membayar Rp 200.000 per bulan.
5 murid membayar Rp 1.000.000 per bulan.
20 murid membayar Rp 4.000.000 per bulan.
200 murid membayar Rp 40.000.000 per bulan.

Untuk menjadi Pengusaha harus memiliki kecerdasan tinggi.
Ternyata banyak pengusaha sukses yang pendidikannya rata rata cuma sampai SMP atau SMA dan mereka tidak termasuk golongan manusia dengan kecerdasan tinggi, tapi lebih kepada intuisi dan attitude.

Untuk menjadi Pengusaha membutuhkan keahlian dan pengalaman.
Justru keahlian dan pengalaman itu adalah pintu masuk yang salah.
Menjadi pengusaha jangan bermula dari keahlian, karena
itu bertentangan dengan hukum alam. Mulailah dari melihat kebutuhan masyarakat.

Untuk menjadi Pengusaha itu harus serakah, rakus, dan jahat dan merugikan orang lain.
Apakah semua pengusaha itu perampok, atau Pedagang Shabu-shabu atau lintah darat?.

Untuk jadi pengusaha katanya sama dengan jadi seorang penjudi yang siap mempertaruhkan uang atau dana atau modal kita. Bisa berhasil tapi juga bisa gagal dan bangkrut.
Sebenarnya Pengusaha dan Penjudi itu sangat berbeda. Letak kesamaannya hanya satu yakni sama sama seorang Risk Taker atau orang yang berani ambil resiko. Kalau jadi Penjudi resiko cuma dua menang atau kalah dan resiko itu tetap sama besarnya tidak bisa diminimalis atau tidak bisa dianalisa dan tidak ada hal yang bisa dipelajari dari setiap kekalahan. Sedang jadi pengusaha resiko itu bisa di prediksi, bisa diminimalkan, resiko usaha bisa dianalisa sesuai kebutuhan pasar, ketersediaan supply dsb. Kalaupun gagal atau bangkrut kita bisa memetik pelajaran darisana.

Nah kalau ternyata jadi pengusaha itu tidak sulit, apakah anda siap menjadi seorang pengusaha?





manise wrote on Dec 5, '07
lebih enak jadi kepala dari ikan kecil daripada ekornya ikan besar..:)
loneknight wrote on Dec 5, '07
Setuju mbak Sarah Manise, kenikmatannya adalah jadi kepala dapat menentukan kemana arah yang mau dituju, apa yang harus dihadapi, bagaimana rasanya menghadapi kendala atau tantangan dan kesulitan. Capek memang tapi hasilnya buat sendiri, toh kerja di kantor jadi pegawai sama capeknya.
rinita wrote on Dec 5, '07
Mau...dan terus belajar walau kesandung sandung....
abusya wrote on Dec 6, '07
Siap... tapi usaha apa yak... (sambil bingung...) :-)
loneknight wrote on Dec 6, '07, edited on Dec 6, '07
abusya said
Siap... tapi usaha apa yak... (sambil bingung...) :-)
Untuk menjawab pertanyaan itu, coba mulai dari inventarisasi dulu. Misalnya kemampuan, apakah kita punya kemampuan tertentu seperrti fotografi atau entah bhs inggris, menjahit atau komputer dsb. Apakah kemampuan ini bisa dijadikan salah satu modal usaha, atau perlu mengajak teman yang punya kemampuan dengan sistem bagi hasil.
Lalu apakah kebutuhan jasa disekitar rumah kita, mulailah membuat daftar usaha apa yang mungkin dimulai dari tempat yang paling dekat dengan rumah dulu, jadi menghemat biaya transport.
Perlukah membekali diri dengan kursus dan tambahan ketrampilan (ini juga salah satu yang dinamakan modal usaha).
Adakah teman atau keluarga yang bisa mendukung usaha ini, misalnya jadi marketing person dengan pembagian hasil jadi tanpa gaji dulu.
Setelah semua dianalisa mulailah memilih mana peluang usaha yang paling murah dan paling mudah dijalankan.
indra84angel wrote on Feb 26
emang enak jadi pengusaha. gak ada yang ngatur2. tapi satu nih, kalo di padang seorang pengusaha dianggap kelas 2. karena mereka masih membanggakan seorang pegawai. walaupun pegawai itu cuma pny gaji 1,5 jt. emang aku dulu pernah kerja dan memiliki banyak bawahan tapi gajinya cuma 2 jt an. sekarang sih lagi buka warnet, alham pendapatan yang didapatkan udah bisa dua kali dari kerja dulu. tapi dengan kondisi saya gak pernah libur walaupun tanggal merah sekalipun. ini baru awal, stlh saya mendapatkan usaha yang lain, usaha ini akan saya berikan ke operator. pokoknya aku salut deh bagi siapa aja yang mau mulai merintis usaha. gagal dan gagal adalah biasa untuk menuju kesuksesan. kalo kita tidak pernah jatuh pada saat latihan jalan, mgkn sampe skrg kita gak bakal bisa jalan dan berlari. semua itu butuh proses. All the best for entrepreneurship
loneknight wrote on Feb 27
Terimakasih atas sharingnya rekan Indra. Saya setuju dengan pendapat anda bahwa di beberapa daerah tertentu pedagang atau pengusaha dianggap masyarakat kelas 2 karena dipandang terlalu komersil atau mata duitan kadang sekolahpun tidak tamat berbeda dengan pegawai yang biasanya bergelar sarjana lulusan sekolah tinggi meski gaji kecil.
Ide untuk mendapatkan operator atau pegawai adalah suatu ide anda yang baik untuk berkembang, cari saja operator yang berasal dari tetangga atau keponakan yang mungkin belum bekerja tapi mau coba bekerja secara magang harian atau mingguan jadi untuk awalnya anda bisa lega dan berpikir untuk usaha lebih lanjut.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help