anthony bachtiar's place
(when you find me here you will search no more)

Blog EntryBISNIS FOTOGRAFI DENGAN BIRO IKLANDec 19, '07 3:52 AM
for everyone
PROSPEK BISNIS FOTOGRAFI DENGAN BIRO IKLAN

Apabila anda adalah seorang fotografer yang menjadikan fotografi ini sebagai profesi atau sarana untuk mendapatkan income, maka anda perlu mencari berbagai sumber yang dapat dijadikan lahan untuk mengalirkan income ke kantung anda.
Sumber tersebut dapat berupa:

1 . Perorangan yang membutuhkan jasa fotografi anda (wedding, dokumenasi, reportase, promosi)

2. Perusahaan yang menghubungi anda secara langsung karena butuh jasa anda

3. International atau local media provider yang membutuhkan anda sebagai kontributor foto

4. Percetakan yang bisnisnya menjual kalender

5. Bank Slide atau Bank foto

6. Biro iklan

Pada saat ini saya ingin berbagi pengalaman melalui sumber income yang berasal dari Biro Iklan. Sumber sumber lainnya biasanya saya jadikan mata pelajaran untuk murid murid saya dikelas fotografi dalam pembahasan tentang berbisnis dalam fotografi.

Alasan saya katakan demikian adalah karena:

1. Biro iklan biasanya mempunyai loyalitas tertentu, meski loyalitas tersebut bersifat relative karena ada yang bertahan selama 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun bahkan saya pernah kerjasama dengan biro iklan yang loyal selama 5 tahun dan ada juga yang entah sudah berapa tahun masih berlangsung sampai sekarang..

2. Rate atau harga jual kepada biro iklan relative lebih tinggi, kalau misalnya anda biasanya menjual foto sekitar 500ribu per frame, biro iklan berani membayar anda antara 750ribu hingga 1 juta rupiah per frame atau lebih tergantung tingkat kesulitan dan lokasi pemotretan.

3. Untuk suatu pemotretan tertentu, biasanya membutuhkan tambahan alat atau lensa baru atau accessories baru seperti misalnya lensa macro atau bellow untuk pemotretan macro, chemical tertentu untuk efek efek pada food fotografi atau filter infra red atau juga tambahan lampu studio. Jadi pada saat selesai projek pemotretan tersebut anda tidak dapat uang sama sekali tapi anda punya barang baru yang merupakan investasi untuk kerja pada projek berikutnya.

4. Kalau anda menjadi fotografer biro iklan tertentu kadangkala (tergantung reputasi anda juga) ada beberapa toko peralatan kamera yang bersedia memberikan keleluasaan bagi anda untuk bayar mencicil dan tidak perlu cash bila anda butuh alat baru karena Purchase order biro iklan tersebut bisa dijadikan jaminan bahwa anda memang dapat order tersebut dan mampu membayarnya).

Dari ke 4 faktor diatas, berdasarkan pengalaman pribadi saya, maka
  yang terpenting adalah bagaimana menjaga loyalitas antara biro iklan dengan anda. Saya katakan demikian karena loyalitas yang paling menentukan apakah anda dapat pekerjaan atau tidak. Meski anda mahir dan pandai membuat foto yang bagus bagus tapi kalau biro iklan itu tidak loyal maka biro itu akan memilih fotografer lain yang mungkin sama bagus atau mungkin kurang sedikit dari anda.

 
Loyalitas itu ada yang permanen atau sementara dan ada pula yang karena hal tertentu, contoh contoh kasus:

Loyalitas Permanen

Ada seorang Art director wanita dari Singapura yang menjadi konsultan pada salah biro iklan besar di Jakarta, pertama kali kenal dengan saya langsung memberikan job yang berat dalam arti yang objeknya sulit, peralatan yang dibutuhkan sangat banyak dan membutuhkan kreatifitas serta menguras tenaga dan foto tersebut akan digunakan untuk iklan di Majalah dan Koran terkemuka di Jakarta.

Melalui jalan yang berliku dan mengerahkan seluruh pengalaman, pengetahuan  saya akhirnya projek tersebut selesai. Saya tidak dapat pujian atau kompliment apa apa dari beliau atau ucapan terimakasih. Tapi saya tahunya setiap kali ada projek yang ditanganinya baik itu  projek foto yang besar atau kecil dia selalu menghubungi saya untuk jadi fotografernya. Yang paling menyenangkan adalah ketika beliau pindah kerja ke biro iklan lain beberapa kali, tetap untuk pemotretan beliau selalu menghubungi saya dan menjadi sumber income saya terus sampai kematian memisahkan kami. Ketika sedang liburan akhir tahun beliau pulang kenegaranya naik pesawat dan dalam perjalanan tersebut pesawatnya mengalami kecelakaan jatuh di sungai Musi Palembang.

Demikian pula selanjutnya saya kenal seorang marketing manager kartu kredit pada suatu bank besar di
Indonesia, setiap pekerjaan foto produk untuk brosur bulanan selalu diberikan kepada saya. Banyak biro iklan yang bekerja sama dengan kartu kredit tersebut, namun prinsip beliau adalah biro iklan manapun yang menggarap brosurnya forografernya hanya tetap satu. Tiba tiba saya jadi ingat iklan teh botol, makannya apa saja tapi minumnya tetap teh botol. Loyalitas ini bertahan 3 tahun lebih sampai beliau pindah jabatan dan tidak berhubungan lagi dengan promosi. Referensi yang beliau berikan pada penggantinya tidak bertahan lama karena yang bersangkutan punya preferensi sendiri dan punya fotografer pilihannya sendiri.

 

Loyalitas karena hal tertentu.

Loyalitas karena hal tertentu dapat saya berikan contohnya adalah karena yang bersangkutan kebetulan hobi foto juga dan selama ini selalu berkonsultasi dengan saya dan berdiskusi ttg fotografi. Karena kedekatan itulah maka setiap projek dari kantornya pasti jatuh ketangan saya. Ada pula loyalitas itu terjalin karena saya kenal baik dengan keluarganya atau sama sama teman diving, organisasi dan sebagainya.

 SUKA DUKA BERBISNIS DENGAN BIRO IKLAN.

Kalau anda membaca tulisan saya diatas tentunya hati anda akan berbunga bunga bahwa berbisnis dengan biro iklan sepertinya menjadi jaminan kelanggengan usaha dan terjaminnya income seorang fotografer. Betul itu saya akui dan saya banyak menerima penghasilan dari biro iklan hingga saat ini. Namun berbisnis dengan biro iklan juga mempunyai perjuangan dan kesulitan tersendiri yang harus anda hadapi antara lain:

1. Biro iklan biasanya menerapkan system pembayaran secara tetap, ada yang pembayaran hanya akan keluar per 3 minggu hasil diterima, atau ada yang 4 minggu bahkan pada biro iklan yang besar biasanya pembayaran dapat cair antara 3 hingga 4 bulan setelah pemotretan selesai. Artinya anda harus punya cadangan dana atau punya pelanggan lain yang cash flownya cepat dan cash on delivery.

2. Ada pula biro iklan yang menerapkan system pembayaran setelah klien membayar projeknya. Ada Klien yang membayar setelah 3 bulan atau  4 bulan bahkan saya pernah baru dibayar setelah 6 bulan. Kalau pekerjaan kita rutin setiap bulan maka hal ini tidak menjadi masalah karena setiap bulannya pasti keluar pembayaran 3 bulan yang lalu. Tapi kalau pekerjaannya hanya sekali sekali maka anda harus sabar menanti hingga cairnya pembayaran untuk anda.

3. Ada pula biro iklan yang lari atau ngemplang atau tidak mau bayar meski saya tahu dari orang dalam bahwa projek tersebut sudah dibayar oleh klien. Alhasil ada biro iklan yang dari tagihan 10juta rupiah setelah 1 tahun ditagih akhirnya hanya bisa membayar 1,5 juta rupiah saja. Ada biro iklan kecil yang berhutang 8juta rupiah selama ber bulan bulan ditagih akhirnya hanya pasang badan saja karena tidak bisa bayar ketika ditagih. Ada pula biro iklan yang tagihan hanya 4 juta rupiah tiba tiba pindah kantor dan tidak diketahui lagi dimana rimbanya. Kalau dikumpulkan satu persatu ternyata banyak biro iklan kecil dan menengah yang bekerja sama dengan saya akhirnya tidak bayar sama sekali meski foto saya sudah beredar dan dipasang di brosur atau Koran atau majalah. Kembali lagi semua itu tidak dibayar dengan berbagai alasan karena klien tidak bayar, klien merubah design, kesulitan keuangan dsb.

Nah sekarang anda boleh putuskan apakah anda mau menjadikan biro iklan sebagai partner anda atau anda lebih memilih perusahaan langsung dan projek kecil atau besar yang system pembayarannya adalah cash on delivery. Selamat bekerja dan sukses akan selalu ada tinggal kita meraihnya saja.


be2ny wrote on Dec 19, '07
tfs bang...
raindysuhendra wrote on Dec 20, '07
boleh juga tuch jadi commercial fotografer
nirwanalife wrote on Apr 30
kok guestbooknya disembunyikan, ga mau ada tamu datang ya?
loneknight wrote on Apr 30
Kalau ada guest book kebanyakan teman teman hanya bilang hello di guest book dan pergi lagi. Tapi kalau tidak ada maka teman teman malah mampir lihat lihat foto dan baca baca dulu, jadi bukannnya gak mau ada tamu datang (hehehe)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help