anthony bachtiar's place
(when you find me here you will search no more)

Anthony's posts with tag: backpacker

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag backpacker
Start:     Dec 10, '08 11:00p
End:     Dec 15, '08
Location:     South Vietnam and Cambodia
Dear friends and fellow traveling lovers, we are on our plan to launch another budget/low cost tour to Ho Chi Min city (Vietnam) and Angkor Watt (Cambodia)
For temporary info about this tour please check at:
http://iristrackers.multiply.com/notes/item/13

EventBudget TRIP TO BANGKOK - JULY 2008Mar 16, '08 12:32 PM
for everyone
Start:     Jul 25, '08 1:00p
End:     Jul 30, '08
Location:     Jakarta-Bangkok-ChiangMay
There's a new Backpacker Trip or Low Cost tour to Bangkok and surrounding areas from 24 Jul to 30 Jul 2008 and to they whom working in the office, takes only 3 days off which are:
Friday 25 Jul, Monday and Tuesday 28-29 Jul 2008
Please check this link for details and Itinerary.
http://iristrackers.multiply.com/calendar/item/10009/Budget_TRIP_TO_BANGKOK_-_JULY_2008

EventPERTEMUAN CALON PESERTA TOUR VIETNAM FEB 08Jan 16, '08 12:03 AM
for everyone
Start:     Jan 19, '08 7:00p
Location:     POLO CAMPERO Sarinah Thamrin (sebelah ATM Galleries)
Mengundang kehadiran rekan rekan calon peserta tour ke vietnam untuk bertemu dan berkenalan bersama pada malam minggu tanggal 19 Januari 2008 bertempat di restorant Polo Campero Lt3 sarinah thamrin pukul 19.00
Acara :
- Perkenalan
- Membahas persiapan apa yang diperlukan
- Dll

Untuk konfirmasi atau pertanyaan silakan hubungi:
Anthony 08129020800 atau email: iris@cbn.net.id

Blog EntryBACKPACKER'S WAY DAN ROMANTISME DIDALAMNYA.Sep 29, '07 4:55 PM
for everyone
BEPERGIAN SECARA BACKPACKER ADALAH PILIHAN CARA BEPERGIAN, BUKAN PERTIMBANGAN EKONOMIS SEMATA. BANYAK ROMANTISME PERJALANAN YANG INDAH DAN PENUH KENANGAN YANG TIDAK DAPAT DIPEROLEH PADA PERJALANAN TOUR BIASA.
Jadi kalau semula aku mengira bahwa mereka yang bepergian secara backpacker adalah semata hanya untuk mengirit biaya perjalanan ternyata perkiraanku adalah salah besar, karena dibalik perjalanan yang murah, tidak terlalu diatur ketat dan bebas tersebut tersembunyi kenangan, romatisme perjalanan dan petualangan yang tidak mungkin diperoleh dengan cara bepergian dengan tour biasa yang semua serba teratur dan terjadwal lewat biro perjalanan umum.

BERMULA DARI SEBUAH UNDANGAN
Siang itu aku menerima telepon dari Dita seorang teman lama yang dulu pernah sama sama bekerja di Biro Hukum MHD menelepon dan mengundangku untuk ikut trip dengannya ke Macau selama 5 hari.
Menurut jadwal meeting dengan klienku dan advokasi yang harus kulakukan ternyata masih cukup banyak waktu yang dapat kupakai maka aku langsung setuju lagi pula aku belum pernah mengunjungi Macau dan mereka juga menawarkan suatu trip yang berbeda dari trip biasa yang sering kuikuti selain itu harga trip yang ditawarkan oleh Dita juga sangat murah, sehingga aku tidak yakin apakah dengan biaya murah seperti itu bisa tercover biaya bepergian selama 5 hari termasuk tiket pesawat, lokal tour dan makan selama perjalanan.
Backpacker's way, begitulah menurut Dita yang aku sendiri tidak pernah tahu seperti apa bentuknya dan bagaimana caranya. Yang kudengar seorang backpacker lebih menikmati pemandangan alam dan objek objek wisata dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum ketimbang di antar- jemput pakai Coach Bus.
Meski tidak dapat membayangkan seperti apa perjalanan itu, tapi kupikir tidak ada salahnya kali ini mencoba cara tersebut barangkali dapat memberi pengalaman baru dan kesan tersendiri.

BERTEMU TEMAN TEMAN BARU
Selasa malam itu aku menerima undangan untuk bertemu dengan sesama peserta trip ini dalam suatu technical meeting.
Suatu pengalaman baru karena sebagian peserta adalah mereka yang rata rata berusia muda, energik dan penuh semangat berpetualang. Jauh sekali berbeda dengan trip trip yang selama ini sering ku ikuti sebelumnya dimana para pesertanya kebanyakan mereka yang sudah cukup mapan, berusia banyak dan rata rata hanyalah mengisi waktu pensiun mereka dengan berlibur.
Setidaknya aku merasa punya teman sebaya dalam perjalanan ini. Penampilan para peserta pun cukup unik, banyak mereka yang tampil dengan kostum untuk outdoor dengan celana model cargo, membawa ransel day pack dipundaknya dan berbicara secara langsung blak blakan tanpa memikirkan apakah yang mendengar siap atau tidak. Tapi buatku meski awalnya kurang nyaman tapi akhirnya bisa menerima cara cara ini sungguh suatu kontradiksi dengan rekan rekan kerjaku di biro hukum yang lebih banyak berbicara secara diplomatis, berputar putar dan seringkali memakai topeng dan bersembunyi dibalik kata kata. Akupun bertambah teman lagi, ada Maya yang menjadi tour leader group ini, lalu Ricardo yang berbadan gemuk dan besar tapi semangat berpetualangnya tinggi lalu ada Sisca yang mungil, ada Mira yang sangat tomboy dan ada juga Linda seorang teman baru yang mengkritik caraku berpakaian yang katanya terlalu formal untuk pertemuan semacam itu. Suatu kejutan lagi buatku karena selama ini tiada seorang pun di lingkungan kerja atau pergaulanku yang berani mengkritikku, hanya Linda satu satunya yang berani melakukan hal itu.

MEMBAWA RANSEL DAN MEMAKAI SEPATU TRACKING
Sebenarnya lebih mudah bagiku membeli koper cantik atau sepatu kulit yang mengkilap bila dibandingkan harus membeli ransel dan sepatu tracking. Dalam kebingungan itu akhirnya Linda menawarkan bantuannya untuk menunjukkan tempat tempat yang menjual perlengkapan tersebut. Sehingga akhirnya aku berkenalanlah dengan yang namanya ransel bermerek Karrimor atau Rucksack atau sandal dan sepatu gunung bermerek Ecco atau Mountain Wolf dan sebagainya.
Semua perlengkapan baru itulah yang kupakai dalam perjalanan ke Macau, aku yang biasanya disebut sebagai eksekutif di kantor kini jadi seorang outdoor person dengan penampilan yang baru.
Hampir sebagian peserta juga berpenampilan seperti diriku hanya bedanya mereka petualang outdoor sejati dan aku hanyalah seorang outdoor dadakan.
Perjalanan dini hari yang dimulai dari Jakarta hingga tiba di Macau berjalan lancar lalu disambung dengan Jetfoil menyeberang ke Hongkong, sepanjang jalan kusaksikan wajah antusias dan penuh semangat dan hal yang menarik perhatianku adalah setiap kali ada tempat yang tampak bagus sedikit langsung saja beberapa dari peserta langsung berfoto disana seakan tidak mau kehilangan kesempatan dan uniknya hampir semua peserta adalah camera face alias tidak boleh melihat ada orang berfoto langsung semua bergabung ikut dengan gaya masing masing. Maya sebagai tour leader berbisik kepadaku sambil minta maaf kalau semua teman temannya termasuk dirinya adalah para foto narcissist yang senang sekali kalau difoto.

Perjalanan model Backpacker yang semula kukira adalah hanya sebuah perjalanan ala kaki lima karena mengejar murah, setelah kualami sendiri ternyata adalah perjalanan yang banyak memberi makna persahabatan, persaudaraan dan kekompakan serta yang paling kurasakan adalah toleransi. Mereka mempunyai toleransi yang sangat tinggi dalam segala kondisi khususnya di saat saat mengalami kesulitan atau hambatan dalam perjalanan. Manusia dalam keadaan tertentu akan tampak aslinya, tabiatnya dan karakternya, dalam perjalanan ini meski tampak aslinya seorang pemarah atau temperamental tetapi karena toleransi yang tinggi setiap permasalahan dan perselisihan akan dengan mudah diselesaikan dengan cepat dan dengan cara yang simpatik.
Mereka saling menjaga satu sama lain, demikian pula aku mendapat perhatian yang sangat baik dari Maya dan khususnya dari Linda yang selalu mendampingiku dan membuka mataku makna perjalanan ala backpacker dan menjadi seorang backpacker adalah selain mereka membawa BACKPACK mereka juga WATCH EACH OTHER BACK (saling melindungi satu sama lain).

MERASAKAN DAN MENJADI BAGIAN DARI MEREKA
Dulu ketika aku bepergian sebagai turis dengan biro perjalanan resmi yang serba teratur, sering kulihat banyak turis turis yang berjalan membawa ransel besar dipunggung tampak gagah dan bersemangat. Aku cuma berbisik dengan nada sinis kepada teman sesama peserta tour. Apakah mereka kurang pekerjaan mau berlelah lelah membawa ransel besar, sesekali membaca peta dan bertanya tanya kiri kanan dengan bahasa yang kadangkala orang yang ditanya juga tidak mengerti apa yang ditanya sehingga keduanya tampak bingung karena perbedaan bahasa.

Siang itu setibanya kami di Hongkong, kami tidak dijemput oleh tour bus tapi harus berjalan membawa ransel atau trolley bag kami masing masing mulai dari pelabuhan ferry hingga menuju stasiun MTR. Tidak ada yang melayani kami tapi masing masing membawa barang sendiri, memegang tiket MTR sendiri sendiri dan setelah itu mencari cari kereta yang menuju penginapan kami.
Maya sebagai tour leader salah mendapat informasi tentang penginapan kami, yang seharusnya keluar di pintu D2 stasiun Mongkok ternyata Maya memilih pintu C4 dan membuat kami harus mencari cari dan berjalan sejauh 200 meter untuk mencapai penginapan. Aku dan Dita agak kecewa kepada Maya sebagai tour leader sampai bisa membuat kesalahan sehingga kami harus berjalan ekstra sejauh 200 meter membawa bawa ransel dan trolley berjalan dengan bingung bagai seorang turis yang sedang tersesat dan kehilangan arah.
Linda yang selalu memperhatikan aku berbisik bahwa dalam perjalanan seperti ini segala hal diluar rencana itu bisa saja terjadi, kadang melelahkan atau kadang membuat tidak nyaman. Rata rata mereka mempunyai toleransi yang tinggi sehingga tiada seorangpun dari mereka yang komplain karena mereka mengerti bahwa semua hal itu bukanlah disengaja.
Mereka mengganggap setiap peristiwa yang terjadi baik menyenangkan atau mengesalkan adalah suatu pengalaman baru dan suatu petualangan yang mungkin tidak akan pernah terjadi pada perjalanan tour normal, tapi apakah hidup akan indah kalau dalam semua hal berjalan serba teratur dan mulus tanpa pernah mengalami hambatan atau kesultan .
Aku mulai merasakan dan melihat betapa indahnya kalau hidup itu ada perjuangan dan tiap kesulitan dapat diatasi dengan kebersamaan bukan dengan mencari kesalahan orang lain atau menyelesaikannya dengan komplain dan kemarahan.

MENGENAL KEHIDUPAN SUATU KOMUNITAS
Selama perjalanan meskipun Maya sebagai tour leader memperhatikan aku, namun dia juga sangat sibuk memperhatikan peserta lainnya.
Hanya Linda lah yang sering menjadi pendampingku karena dia tahu kalau aku adalah pendatang baru di komunitas itu dan pertama kali menjadi seorang backpacker.
Dari Linda dan teman temannya aku banyak belajar untuk bertoleransi, melihat suatu masalah bukan sebagai rintangan tapi sebagai ujian dan cobaan. Kalau Maya sebagai tour leader membuat kesalahan ternyata para anggotanya tidak menyalahkan bahkan mereka berusaha bagaimana mengantisipasi dan mencari solusi atas kesalahan tersebut.
Hari demi hari aku jadi terbiasa untuk menjalani cara hidup backpacker ini yang ternyata sunguh menarik dan tidak membosankan.
Aku tidak pernah membayangkan bisa mengikuti tour seperti ini dan terlibat didalamnya.

HAL HAL UNIK DALAM PERJALANAN
Pada hari ke 2 kami semua dijemput bus dan dilanjutkan dengan perjalanan memakai kereta listrik menuju Shenzhen. China.
Disini aku mengalami suatu pengalaman baru yang unik, karena ketika memasuki daratan China passport para peserta hanya di periksa saja dan tidak diberi cap peserta demi peserta.
Tapi cap tersebut diberikan pada semacam daftar peserta group yang terdiri atas nama nama kami semua dan untuk masukpun harus sesuai dengan nomor urut yang tertera disana.
Dengan demikian kami tidak bisa keluar masuk China sendirian tapi harus selalu dalam bentuk group, apabila satu peserta dalam daftar tidak ada maka kami semua tidak bisa masuk ke atau keluar dari China.

SEORANG TEMAN PERJALANAN
Hari hari pun berlalu mulai dari perjalanan ke Shenzhen hingga ke Guangzhou dan kembali lagi ke Macau, banyak hal baru yang kulihat dan kurasakan selama ini. Selama perjalanan aku lebih sering menghabiskan waktu dan berbagi cerita dengan Linda mulai dari menu makanan mana yang paling enak sampai membahas tour guide lokal yang dianggap menyebalkan oleh sebagian peserta karena tidak tahu apakah di kota propinsi sebesar Guangzhou tersedia Money Changer atau tidak serta dimana mesin ATM terdekat dengan objek wisata yang kami kunjungi.

Sekian lamanya kami bersama dalam perjalanan ini meski dengan peserta lain aku juga cukup akrab tapi aku lebih merasakan adanya sesuatu kedekatan yang terjadi antara aku dan Linda.
Aku tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi diantara kami atau kah itu hanya perasaanku saja, namun kutahu pasti bahwa ada jalinan benang benang asmara yang halus antara aku dengannya.
Setiap tempat yang kami kunjungi dan setiap objek wisata yang kami lihat pun tampaknya menjadi tempat bagi kami untuk berbagi canda dan tawa serta keceriaan.
Tiada waktu yang terasa hilang atau terbuang percuma karena kehadirannya.

TENTANG KITA
Perjalanan pun hampir berakhir, ketika kami mulai membereskan pakaian dan barang barang belanjaan kami di Macau mulai dari dendeng manis buatan Macau hingga makanan yang terbuat dari kacang dan buah buahan kering. Kalau selama perjalanan serasa waktu berhenti dan begitu panjang, namun di saat saat seperti ini rasanya waktu berlari begitu cepat dan singkat sehingga tanpa kami sadari kami sudah duduk dalam pesawat untuk kembali pulang ke Jakarta.
Akupun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Linda, "how about us" apakah saat di Jakarta nanti kita akan tetap berbagi tawa, canda dan suka duka seperti dalam perjalanan ini atau mungkin ini harus berakhir saat kita mendarat di Jakarta.
Linda terdiam sesaat dan akhirnya dia menjawab bahwa apa yang terjadi diantara kita tidak akan berlanjut bila tiba di Jakarta, meskipun semua terasa indah bagi kita berdua namun ini harus berakhir. Linda mengakui bahwa sejujurnya dia juga menikmati kesenangan, kegembiraan selama berjalan bersamaku, bahwa kalau memang mungkin dia juga pastilah akan memilih aku. Namun semua ini baginya menjadi "complicated" karena dia harus kembali ke dunianya dan aku juga harus kembali ke duniaku semula. Aku sudah punya seorang kekasih di Jakarta lanjutnya sambil mengeluarkan sebuah foto dari tas nya, disana tampak seorang pemuda berperawakan tinggi dan besar sedang tersenyum dengan gagahnya memakai "outdoor outfit" seperti celana cargo, bandana merah di kepalanya dan juga jam tangan waterproof yang besar.
Aku hanya dapat tersenyum, meski senyumku terasa sangat pahit dan kuucapkan terimakasih karena telah membawaku dengan indah dan manis kedalam suatu komunitas yang tampak dari luar bagaikan urakan, bebas dan tidak beraturan tapi didalamnya mereka adalah orang orang yang teguh, penuh percaya diri, bertoleransi tinggi dan saling menjaga satu dengan lainnya.
Aku pun bangga karena pernah merasakan jadi bagian dari mereka dan mengetahui bagaimana rasanya bepergian dengan hati dan perasaan.

Dan disaat sebelum berpisah aku hanya melantunkan sebuah lagu untuk Linda karya Jason Wade tentang suatu perjalanan dan petualangan berjudul "YOU BELONG TO ME" (http://loneknight.multiply.com/music/item/21 )

You Belong To Me

See the pyramids along the Nile
Watch the sunrise from the tropic isle
Just remember darling all the while
You belong to me

See the market place in old Algiers
Send me photographs and souvenirs
Just remember when a dream appears
You belong to me

And I'll be so alone without you
Maybe you'll be lonesome, too

Fly the ocean in a silver plane
See the jungle when it's wet with rain
Just remember 'til you're home again
You belong to me

And I'll be so alone without you
Maybe you'll be lonesome, too

Fly the ocean in a silver plane
See the jungle when it's wet with rain
Just remember 'til you're home again
You belong to me


EventJOURNEY or EXPEDITION TO TIBET Aug 7, '07 1:16 AM
for everyone
Start:     Oct 5, '08 11:30p
End:     Oct 18, '08
Location:     Macau-Guangzhou-Lhaza-Beijing-Macau
Temporary Itinerary Exploring Tibet and Beijing
(Time and Schedule are subject to be re arranged or changed)
Pictures could be seen at:
http://loneknight.multiply.com/photos/album/37

Here is the plan:
Tibet tour (7nights/8days) & Beijing tour (2 nights/3 days)

D01 Guangzhou/Lhasa by plane/
Accommodation: Kailash hotel 3 stars hotel or similar class
Upon arrival at Gonggar Airport, be greeted and offered a white scarf (called Kada) in a Tibet traditional way which brings you good luck. Then drive to the city proper (3650 m).Stay at the hotel for adapting to the high attitude upon your arrival. It is helpful to take things easy for the first few days, and try to drink some water just and now (be noted the first day’s acclimation is extremely to ensure you a good health status for the following tour, so please make sure you have yourself lie in bed for all the rest time of the day right after check-in of hotel).

D02 Lhasa Sightseeing
Accommodation: Kailash hotel 3 stars hotel or similar class
In the morning visit Jokang Monastery, then walk on the Barkhor street surrounding Jokhang, a big free market with its prolific stalls for selling local specialties. And in the afternoon go to visiting Sera Monastery.

Jokhang Monastery, the center of the Tibetan Buddhism and the sacred land of Buddhist followers where thousands of pilgrims come for worship everyday. The temple, built in 647, is the earliest wood-and-masonry structure still existing in Tibet.
Sera Monastery was created in 1419 and has always been an important Buddhist seminary. As rose are planted everywhere in the monastery, it is also called the court of wild rose Today still 200 lamas live in there. Luckily you could see the line-up for visit the god as long as you could imagine, also the exciting debating situation of monks there every afternoon.

D03 Lhasa Sightseeing
Accommodation: Kailash hotel 3 stars hotel or similar class
Visit Potala Palace, have a view of the Drepung monastery. And Norbulinka

Potala Palace was originally constructed in 637 by Songtsen Gampo, the first king of the united Tibet, and later expanded and served as the winter residence of the Dalai Lamas as well as the religious-political nexus of traditional Tibet. The crowds of pilgrims, innumerable magnificent murals, Buddhist statues, scriptures and rare treasures altogether create a dense religious and art atmosphere that impresses every visitor.
Drepung Monastery, the sacred land of Gelug Sect., which was established in 1416 and the second, third and fourth Dalai Lama once resided in.

Norbulinka: Dalai Lamas' summer place and also the place in holidays for local people to put up tents for the enjoyment.

D04 Lhasa/Gyantse/ Shigatse
Accommodation: Shigatse hotel
Drive to Gyantse, the famous historical city in Tibet, along the Kyichu River. On the Ganba La (4,796 m) have a fantastic view of the holy lake of Yamdrok Yumtso (4441 m). Upon arrival, have a tour to Pelkor Monastery and Kumbum Stupa. And then drive to Shigatse the second largest city in Tibet

Yamdrok Yumtso (4441 m), one of the three holy lakes in Tibet and the largest habitat of waterfowls in south Tibet. On one of the peninsulas of the spear-shaped lake lie the holy Mt. Donang Sangwari (5,340m), and the snow peaks of Nojin Gangzang (7,191m) and Jangzang Lhomo rise in the distance. The lake and the Yarlungtsangpo River (3570) are separated by a mountain and the shortest distance between them is only 6 kilometers. The 800m-high difference contributes a rich water resource to this region. Many Tibetans believe that the life of Tibet will no longer continue when the lake dries up.

Pelkor Monastery and Kumbum Stupa, both of them built in the15th century and situated in the northwestern edge of Gyantse. This typical Tibetan Buddhist monastery is the only one large building complex in Tibet that old monastery and stupas are completely preserved and characterized as a monument. It is recorded 14,000 kilograms of copper was used to make the 8-meter-high sitting statue of Sakyamuni Buddha housed in the grand hall of the temple. The 8-storey stupa is 42m high and 62m in diameters contains a total of 76 chapels with wonderful murals revered by art scholars around the world.

D05 Shigatse/Tingri
Accommodation: Mt. Everest guesthouse (The only one guesthouse at this place)
In the morning visit Tashilumpu Monastery. Then stroll in its free market. Then continue drive to Tingri via Gyatsola Mountain Pass (5220m). It takes 6-7 hours to get there covering 310 km. The road is bumpy and dusty. Today you can appreciate the evening scenery of Mt. Everest enough.

D06 Tingri/EBC/Latse
Accommodation: Shanghai Latse hotel the highest altitude of Mt. Everest base camp is 5200m
Drive further in to the mountains to get to Mt. Everest Base Camp. Today have to get up and leave for Mt. Everest earlier than before. The road condition to the Base Camp is rough, back and forth distance is 220 km. On the way visit Rongbuk Monastery. After enjoy the view of Mt.Everest, we will drive back to Latse

D07 Latse/ Lhasa
Accommodation: Kailash hotel 3 stars hotel or similar class
In the morning drive to back to Lhasa

D08 Lhasa/Beijing
Today we will continuing our journey by train to Beijing, enjoying all beautiful scenery along the way by train. Taking pictures or amaze how beautiful this world is.

D10 Arrived in Beijing
Take a tour to Forbidden city, China Great Wall and some other beautiful objects around Beiing

D13 Transfer to airport to take flight to Macau

D14 Back home

ddd
dThumbnaild
ddd
This is a Preview of our next journey to Tibet (Himalaya).
I'm still working on planning and schedule and calculating the low cost or backpacker budget to explore Tibet (Lhaza) and surrounded area plus optional trip to Beijing. Steping in the "Shangrila land" and touch the foot of Mount Everest or Qomolangma or Sagarmatha (सगरमाथा) or Chomolungma (ཇོ་མོ་གླང་མ) pronounced as (Jongmalunga) is the highest mountain on Earth.

This expedition would be prepared soon, show me that you dare to explore this land together to the city of Lhasa in the southern part of the Tibetan high plateau at an altitude of 3650m above sea level. The valley in which Lhasa is situated is formed by the river Kyichu, a tributary of the Tsangpo (which is known as the Brahmaputra in India). The dominant peaks surrounding Lhasa range between 4400m and 5300m above sea level. GET READY & BE PREPARED.

Photos taken from: TravelChina.com

Photo AlbumNIGHT VIEW AT GUANGZHOU (7 photos)Jul 26, '07 2:05 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
These photos are not my photos but only a reference to my fellow Macau-HK-China Tour participants, about what we gonna find out in Guangzhou. Those scene could be seen in front of our hotel. Or we can take a tour by boat along the river.
So if you want to visit this beautiful place, please join our Low Cost and Backpacker tour to Macau-HK-Shenzhen-Guangzhou Tour. Please find at:
http://loneknight.multiply.com/calendar/item/10023

Start:     Feb 20, '08 01:00a
End:     Feb 25, '08 8:00p
Location:     Hanoi, Perfume Pagoda, Ha Long Bay and Cat Ba Island VIETNAM
Kalau misalnya anda punya waktu libur pada tanggal 20 Februari hingga tanggal 25 Februari 2008 atau anda punya cuti selama 3 hari. Maka boleh dipertimbangkan untuk mengikuti Low Cost trip ala Backpacker ke Vietnam Utara.

Bawa pakaian, kamera dan peralatan pribadi serta persiapan uang (tidak perlu banyak banyak) karena ini adalah tour yang murah ala backpacker namun berkesan.

Perjalanan akan dilakukan lewat udara Jakarta-Kuala Lumpur -Hanoi dan kembalinya Hanoi-Singapura-Jakarta.

Garis besar perjalanan adalah sebagai berikut:

Hari 1 berangkat ke Hanoi lewat Kuala Lumpur
- arrived at Hanoi
- check in hotel
- dinner
- night sight seeing at Hanoi city
- rest and free time

Hari 2
- Sarapan pagi di Hotel
- Pukul 07.00 berangkat dengan bus selama 2 jam menuju Parfum Pagoda.
- Perjalanan dilanjutkan dengan naik rowboat trip menyusuri Yen Stream dan menikmati romantic time berlayar selama 1 jam hingga ke pelabuhan Thien Tru Harbour.
- Trekking hingga Huong Tich Cave dan melihat pemandangan indah seperti Golden-Silver tree, rice stuck.
- Turun untuk makan siang bersama di restaurant
- Setelah makan siang mengunjungi Heaven Kitchen Pagoda dan melihat bangunan kuno karya arsitektural jaman Le Dynasti
- Berlayar pulang kembali dan dilanjutkan dengan bus ke Hanoi selama 2 jam.
- Tiba di Hanoi pukul 18.00
- Acara Bebas di kota Hanoi
- Bermalam di Hanoi

Hari 3
- Pukul 07.30 setelah sarapan pagi, berangkat menuju Ha Long Bay dengan bus selama 3 jam. Tiba jam 11.30 lalu lunch di restaurant.
- Perjalanan dilanjutkan ke Cat Ba Island, dalam perjalanan kesana mengunjungi Thien Cung & Dao Go Caves. Berhenti sesaat untuk berenang di laut atau bermain di pantai.
- Check in hotel.
- Acara bebas di kota CatBa, menyewa sepeda tandem atau shopping dan berjalan jalan ditepi pantai.
- Menghabiskan senja hari di Catba Island
- Dinner di hotel
- Bermalam di Catba Island

Hari ke 4
- Makan Pagi di hotel
- Menikmati keindahan Halong Bay selama 4 jam lalu kembali ke kota Ha Long
- Makan siang bersama di restaurant
- Pukul 13.30 transfer ke Hanoi dan tiba di Hanoi pukul 17.00
- Acara bebas sore hingga malam hari
- Malam hari berjalan jalan di pasar malam atau menonton teater boneka air Ta Long (optional) sekitar USD2/orang.
- Bermalam di Hanoi

Hari ke 5
- Breakfast at hotel and having 10 hours free time before leaving for home.
- City tour all together or private tour at hanoi (optional)
- at 7.00 p.m. go to airport and fly back to Jakarta via Singapore

Traveling cost
- Tour Cost Rp 3.500.000. - Fiskal Tax Rp 1.000.000.-

Tour sudah termasuk:
Tiket pesawat Jakarta - KL - Hanoi dan Hanoi - Sing - Jakarta
Hotel Hanoi
Tour ke Halong Bay dan full board meals.
Hotel di Cat Ba island
Transfer hotel airport
Tour guide Vietnam berbahasa Inggris
Tour Leader dari Indonesia (Traveling Fotografer, sekaligus memandu anda membuat foto foto perjalanan)

Start:     Nov 22, '07 11:30p
End:     Nov 27, '07 10:30p
Location:     MACAU - SHENZEN - HONGKONG- GUANGZHOU - China
Buat teman teman yang tidak dapat ikut tour ke Hongkong di bulan Agustus 2007 karena sudah tidak kebagian tempat akibat penuhnya kapasitas dan jumlah maksimum peserta sudah terisi penuh (MOHON MAAF).
Juga buat teman teman yang tidak dapat ikut karena berhalangan untuk mengambil cuti pada bulan Agustus ini, ataupun karena alasan lainnya maka atas permintaan beberapa teman saya membuka kembali Low Cost tour ala Backpacker ke 3 Negara tersebut pada bulan November 2007

Tour ini membutuhkan cuti selama 3 hari yakni pada tanggal 22/23/26 November 2007.

Rencana Perjalanan adalah sebagai berikut:
Hari 01/21(Rabu) November 2007 berangkat dari Jakarta - Macau
Tengah malam jam 11.40 berangkat ke Macau tiba keesokan hari jam 05.15 waktu Macau.

Hari 02/22 November (Kamis) Macau - Hongkong
Setelah sarapan pagi langsung berangkat naik bus langsung atau (menuju pelabuhan Ferry untuk menyeberang ke Hongkong).
Tiba di Hongkong langsung check in di penginapan, setelah isitirahat acara dilanjutkan dengan acara bebas mengunjungi:
- Pusat Kota Hongkong (Central) untuk melihat lihat atau berbelanja.
- Menaiki escalator terpanjang di dunia
- Mengunjungi Peak of Hongkong, menara tertinggi di HK dan melihat Hk secara keseluruhan
- Mongkok (Pusat perbelanjaan traditional dan semi modern)
- Tsim Shat Sui (Sim Sha Choi)
- Dll

Bermalam di Hongkong

Hari 03/23 November (Jumat) Pagi dijemput di penginapan naik bus ke stasiun kereta api dan melanjutkan perjalanan menuju Shenzhen dan tiba di Shenzhen naik tour bus lagi dan mulai melakukan perjalanan di Shenzen mengunjungi:
- Windows of the world
- China Folks Culture with the show
- Silk Shop
- Local Museum

Bermalam di Shenzhen

Hari 04/24 November (Sabtu) ShenZhen - Guangzhou
Pagi hari anda dijemput bus dan melanjutkan perjalanan menuju Guangzhou untuk mengikuti city tour hingga selesai setelah itu kembali ke Hotel lalu mengikuti night sail melayari Pearl river di Guangzhou.

Bermalam di Guangzhou.

Hari ke 5/25 November Minggu (Guangzhou - Macau)
Dari Guangzhou dilanjutkan dengan perjalanan menuju Macau.
Tiba di Macau check in di penginapan dilanjutkan dengan acara bebas mengunjungi beberapa tempat wisata hingga malam hari.

Bermalam di Macau

Hari 06/26 November (Senin) Macau - Jakarta
Pagi hari hingga sore acara bebas untuk melakukan City tour atau untuk berbelanja di Macau.
Sore hari jam 16 berangkat menuju bandara dan langsung kembali ke Jakarta.
Pukul 18.45 berangkat dari Macau dan pukul 22.25 telah tiba kembali di Jakarta.

Biaya tour: Rp4.750.000.-

Biaya tour sudah termasuk:
Tiket PP. Jakarta-Macau- Jakarta
Ferry Macau-Hongkong
Penginapan di Hongkong
Express train Hongkong -Shenzen
One full day tour shenzhen
Full board meal di Shenzhen (L/D).
Penginapan di Shenzhen
One full day tour in Guangzhou
Full board meal di Guangzhou (L/D)
Night sail on Pearl river
Penginapan di Guangzhou
Acara bebas di Macau
Penginapan di Macau
Visa Group China
Transfer Airport

Belum termasuk:
- Makan/minum (kecuali yang termasuk dalam paket tour ke shenzhen dan Guangzhou)
- Belanja keperluan pribadi
- Pengurusan passport.
- Tip untuk sopir dan tour guide local kira kira Rp70.000.- dari setiap peserta(untuk tip selama 2 hari tour)
- Fiskal Rp1.000.000.-
- Airport Tax Cengkareng Rp100.000.-

Cara pembayaran bertahap:
Pertama sebesar Rp2.000.000.- (untuk booking penginapan, tour, dll)
Ke Rekening BCA a/n Anthony Bachtiar A/C No. 301-132-8863
Pembayaran setiap saat hingga tanggal 29 September 2007.

Sisanya sebesar Rp2.750.000.- dapat dibayarkan paling lambat tanggal 31 October 2007.

Terimakasih telah memilih tour bersama kami dan sampai bertemu kembali di perjalanan berikutnya
1. "Tibet & Himalayan Exploring"
2. "Hanoi, Halong Bay & Cat Ba Island"
3. "Morocco & Enchanting Sahara"
4. "Walk to the Top of Kinbabalu Mountain"
5. "Around 18 countries of Europe by Eurailpass
6. "Ho Chi Minh City & Cambodia rites"

Start:     Jul 10, '08 7:00p
End:     Jul 26, '08 4:00p
Location:     Around 18 European Countries
DITUNDA!!!
Berhubung adanya alasan kenaikan harga minya terus menerus saya tidak pernah mendapat kepastian dari pihak airlines tentang harga terendah untuk tiket. Mereka selalu berikan harga tertinggi dan tidak jadi memberikan tiket group dengan murah, maka trip ke Eropa ini sementara ditunda. Email terakhir yang saya terima dari mereka adalah harga sudah pasti tidak sesuai dengan yang mereka janjikan semula.

Mohon Maaf sebesarnya buat teman teman yang berminat dengan tour ini.
Jadi akan saya coba arrange lagi di Bulan Oktober 2008 tapi dengan biaya terbaru. Meski demikian harga yang nantinya diberikan jauh masih lebih murah dibanding tour biasa.

Nama dan data teman teman yang mendaftar dan mengirimkan email atau nomor telepon telah saya simpan dengan baik. Nanti kalau sudah ada kepastian dari airlines dan tour ini dibuka kembali akan saya kabarkan.
Terimakasih dan sekali lagi mohon maaf atas ketidak nyamanan ini.

Start:     Aug 22, '07 11:30p
End:     Aug 27, '07 01:15a
Location:     MACAU - SHENZEN - HONGKONG- GUANGZHOU - China
Rencana Perjalanan adalah sebagai berikut:
Bagi yang bekerja maka cuti yang dibutuhkan adalah 3 hari yaitu tanggal 23/24/27 Agustus 2007,

Hari 01/22(Rabu) Agustus 2007 berangkat dari Jakarta - Macau
Tengah malam jam 11.40 berangkat ke Macau tiba keesokan hari jam 05.15 waktu Macau.

Hari 02/23 Agustus(Kamis) Macau - Hongkong
Setelah sarapan pagi langsung berangkat naik bus langsung atau (menuju pelabuhan Ferry untuk menyeberang ke Hongkong).
Tiba di Hongkong langsung check in di penginapan, setelah isitirahat acara dilanjutkan dengan mengunjungi:
- Pusat Kota Hongkong (Central) untuk melihat lihat atau berbelanja.
- Menaiki escalator terpanjang di dunia
- Mengunjungi Peak of Hongkong, menara tertinggi di HK dan melihat Hk secara keseluruhan
- Mongkok (Pusat perbelanjaan traditional dan semi modern)
- Tsim Shat Sui (Sim Sha Choi)
- Jewelry Maker

Bermalam di Hongkong

Hari 03/24 Agustus (Jumat) Pagi dijemput di penginapan naik bus ke stasiun kereta api dan melanjutkan perjalanan menuju Shenzhen dan tiba di Shenzhen naik tour bus lagi dan mulai melakukan perjalanan di Shenzen mengunjungi:
- Windows of the world
- China Folks Culture with the show
- Silk Shop
- Local Museum

Bermalam di Shenzhen

Hari 04/25 Agustus(Sabtu) ShenZhen - Guangzhou
Pagi hari dijemput bus dan melanjutkan perjalanan menuju Guangzhou untuk mengikuti city tour dan menginap di Guangzhou. Malam hari bisa mengikuti optional tour mengelilingi guangzhou dengan perahu kaca melihat city of the light of Guangzhou. Lihat fotonya di: http://loneknight.multiply.com/photos/album/36

Menginap di Guangzhou

Hari ke 5/26 Agustus Minggu (Shenzhen -Macau)
Dari Shenzhen, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Macau dengan kapal Ferry Cepat.
Tiba di Macau check in di penginapan dilanjutkan dengan acara bebas mengunjungi beberapa tempat wisata
Malam hari acara bebas.

Bermalam di Macau

Hari 06/27 Agustus (Senin) Macau - Jakarta
Pagi hari hingga sore acara bebas untuk melakukan City tour atau untuk berbelanja di Macau.
Sore hari jam 16 berangkat menuju bandara dan langsung kembali ke Jakarta.
Pukul 18.45 berangkat dari Macau dan pukul 22.25 telah tiba kembali di Jakarta.

Biaya tour: Rp4.430.000.- (optional tour Guangzhou Rp220.000,- + Fiscal Rp1.000.000.-

Biaya tour sudah termasuk:
Tiket PP. Jakarta-Macau- Jakarta
Ferry Macau-Hongkong
Penginapan di Hongkong
Express train Hongkong -Shenzen
One full day tour shenzhen
Penginapan di Shenzhen
Ferry Shenzhen - Macau
Penginapan di Macau
Visa China
Taxi/Coach bus transfer

Belum termasuk:
Airport Tax Jakarta Rp100.000.-
Makan/minum (kecuali yang termasuk dalam paket tour ke shenzhen)
Belanja keperluan pribadi
Pengurusan passport.

Cara pembayaran bertahap:
Pertama sebesar Rp2.000.000.- (untuk booking penginapan, tour, dll)
Ke Rekening BCA a/n Anthony Bachtiar A/C No. 301-132-8863
Pembayaran setiap saat hingga tanggal 29 Juni 2007.

Sisanya sebesar Rp2.430.000.- dapat dibayarkan paling lambat tanggal 31 Juli 2007.

Terimakasih telah memilih tour bersama kami dan sampai bertemu kembali di perjalanan berikutnya
1. "Tibet & Himalayan Exploring"
2. Hanoi, Halong Bay & Cat Ba Island
3. "Morocco & Enchanting Sahara"
4. "Walk to the Top of Kinbabalu Mountain"
5. Around 18 countries of Europe by Eurailpass
6. "Ho Chi Minh City & Cambodia rites"

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help